HOME  ⁄  Nasional

Pedagang Buah di Pasar Induk Kramat Jati Mengaku Diintimidasi Oknum Polisi saat Penertiban

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pedagang Buah di Pasar Induk Kramat Jati Mengaku Diintimidasi Oknum Polisi saat Penertiban
Foto: (Sumber :Rekaman video seorang pedagang buah di Pasar Induk Kramat Jati didiga mendapatkan intimidasi dari seorang oknum perwira polisi di Jakarta Timur, Rabu (1/7/2026). (ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi)..)

Pantau - Seorang pedagang buah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, mengaku mengalami intimidasi yang diduga dilakukan oleh seorang oknum perwira polisi saat penertiban lapak pada Jumat (3/7), setelah proses bongkar muat barang dagangannya dinilai mengganggu area jalan.

Kronologi Dugaan Intimidasi di Pasar Induk Kramat Jati

Sutrisno, pedagang buah yang mengaku menjadi korban, mengatakan saat kejadian dirinya sedang melayani pembeli sekaligus membongkar barang dagangan sehingga sebagian dagangannya sedikit maju ke jalan.

Ia mengungkapkan, “Memang dagangan saya sedikit maju. Saat itu, ada penertiban, saya dipanggil oleh Kapospol. Saya bilang nanti akan saya pindahkan karena saya tidak ada anak buah dan saat itu sedang proses bongkar muat.”

Sutrisno mengaku telah menjelaskan bahwa barang dagangannya akan segera dipindahkan setelah selesai melayani pembeli.

Namun, ia mengatakan, “Tetapi saya malah dimaki-maki dan disebut ngeyel karena dianggap sudah beberapa kali ditegur.”

Menurut Sutrisno, dirinya telah berjualan di Pasar Induk Kramat Jati sejak 2015 dan kondisi bongkar muat sering membuat sebagian barang dagangan berada sedikit di luar lapak.

Ia juga mengaku sempat menyampaikan kepada petugas bahwa tugas kepolisian di lingkungan pasar seharusnya lebih berfokus pada aspek keamanan.

Rekaman Viral dan Harapan Korban

Sutrisno menyebut pernyataannya memicu kemarahan oknum polisi yang kemudian mengeluarkan kata-kata kasar serta meminta pemilik lapak agar tidak lagi menyewakan tempat usaha kepadanya.

Ia juga mengungkapkan, “Dia bertanya kenapa saya merekam video, lalu dia berusaha merebut handphone saya. Saya pertahankan karena tidak mau handphone saya diambil, akhirnya handphone saya dimatikan.”

Meski tidak mengalami kekerasan fisik, Sutrisno mengaku mendapat tekanan secara verbal di hadapan para pembeli yang sedang bertransaksi.

Ia menambahkan, “Kalau yang kemarin ini saya yang mengalami. Sebelumnya, sudah banyak pedagang yang mengeluhkan hal seperti ini, tetapi mungkin mereka tidak berani bicara sehingga memilih diam.”

Sutrisno berharap dugaan intimidasi tersebut menjadi perhatian pihak berwenang dan ditindaklanjuti secara adil oleh kepolisian.

Peristiwa itu menjadi viral setelah rekaman video yang memperlihatkan seorang anggota polisi mendatangi lapak pedagang dan meminta perekaman dihentikan beredar di media sosial.

Penulis :
Ahmad Yusuf