HOME  ⁄  Nasional

Kemenhut Lepasliarkan Lima Orangutan Kalimantan ke Habitat Alami di Taman Nasional Betung Kerihun

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kemenhut Lepasliarkan Lima Orangutan Kalimantan ke Habitat Alami di Taman Nasional Betung Kerihun
Foto: (Sumber :Salah satu individu orangutan kalimantan (Pongo pygmaeus) yang dilepasliarkan di TN Betung Kerihun, Kalbar, Selasa (30/6/2026) ANTARA/HO-Kemenhut.)

Pantau - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) bersama mitra konservasi melepasliarkan lima Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) hasil rehabilitasi ke habitat alaminya di Taman Nasional Betung Kerihun, Kalimantan Barat, pada 30 Juni 2026 sebagai upaya memperkuat populasi satwa dilindungi di alam liar.

Lima Orangutan Kembali ke Habitat Alami

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat Murlan Dameria mengatakan pelepasliaran tahap ke-18 tersebut merupakan hasil dari proses rehabilitasi yang dilakukan secara berkelanjutan.

“Kembalinya lima individu orangutan ini ke habitat alami mereka di TN Betung Kerihun bukan sekadar akhir dari masa rehabilitasi, melainkan sebuah awal baru bagi penguatan populasi Orangutan Kalimantan di alam liar,” ungkapnya.

Lima individu yang dilepasliarkan terdiri atas satu orangutan jantan dan empat betina, yakni Benazir (14 tahun), Jamilah (25 tahun) bersama anaknya Ulin (1 tahun), serta Sinta (13 tahun) bersama anaknya Sabine (2 tahun).

Pelepasliaran dilakukan oleh BKSDA Kalimantan Barat bersama Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (BBTNBKDS) serta Yayasan Penyelamatan Orangutan Sintang (YPOS/SOC).

Seluruh orangutan dinyatakan siap kembali ke alam setelah menjalani rehabilitasi di Sekolah Hutan Jerora, pemeriksaan medis, dan karantina pra-pelepasliaran selama satu bulan.

Pemantauan dan Pengembangan Kawasan Konservasi

Tim pengawas akan melakukan pemantauan intensif selama tiga bulan untuk memastikan seluruh orangutan mampu beradaptasi, mencari makan secara alami, hidup mandiri, dan bertahan tanpa ketergantungan pada manusia.

Kepala BBTNBKDS Titik Wurdiningsih berharap pelepasliaran tersebut dapat mendukung kelestarian populasi orangutan di habitat alaminya.

“Camp Mentibat, Resor PTN Nanga Hovat, diharapkan ke depan dapat dikembangkan sebagai pusat riset dan pusat edukasi, khususnya terkait orangutan. Begitu pula dengan keindahan alam menuju lokasi pelepasliaran dapat dikembangkan untuk atraksi wisata alam arung jeram,” katanya.

Penulis :
Ahmad Yusuf