HOME  ⁄  Nasional

Pemkab Tangerang Siagakan 50 Tenaga Medis untuk Tangani Warga Terdampak Asap Kebakaran TPA Jatiwaringin

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Pemkab Tangerang Siagakan 50 Tenaga Medis untuk Tangani Warga Terdampak Asap Kebakaran TPA Jatiwaringin
Foto: Foto: (Sumber: Petugas dari Palang Merah Indonesia (PMI) memberikan sejumlah masker kepada pengendara yang melintas di area kebakaran TPA Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (1/7/2026). ANTARA/Azmi Samsul M.)

Pantau - Pemerintah Kabupaten Tangerang menyiagakan 50 tenaga medis untuk melayani warga terdampak paparan asap kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, yang terjadi sejak Selasa, 30 Juni 2026, menyusul meningkatnya jumlah warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat asap.

Penanganan Kesehatan Warga Terdampak

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi mengatakan jumlah tenaga medis ditambah secara bertahap dari belasan personel menjadi 50 orang dengan dukungan puskesmas di sekitar lokasi bencana.

Hendra mengungkapkan, "Kalau personel itu awal-awal cuma kita belasan, sekarang ini kita tingkatkan menjadi 50 orang. Dengan tambahan dari puskesmas sekitar yang ada di wilayah bencana."

Penambahan tenaga medis dilakukan karena paparan asap dari material sampah mulai berdampak pada kesehatan masyarakat di sekitar lokasi kebakaran.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, hampir 200 warga telah datang berobat ke posko darurat.

Mayoritas warga mengeluhkan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Kelompok yang paling banyak memeriksakan diri terdiri atas ibu hamil, anak-anak, dan orang dewasa.

Tim medis terus memberikan penanganan secara maksimal dan berkelanjutan kepada seluruh pasien terdampak.

Dinas Kesehatan juga mendistribusikan masker standar kepada masyarakat serta masker jenis N95 dan oksigen yang diprioritaskan bagi petugas pemadam kebakaran di lapangan.

Hendra mengatakan, "Untuk masyarakat umum dibagikan masker standar, sedangkan masker spesifikasi tinggi jenis N95 disalurkan khusus bagi garda terdepan penanggulangan api (petugas Damkar)."

Hingga saat ini belum ada petugas pemadam kebakaran maupun tenaga medis yang mengalami kondisi kritis sehingga harus dirujuk ke rumah sakit.

BNPB Optimalkan Operasi Pemadaman

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sekitar 30 persen area kebakaran di TPA Jatiwaringin telah berhasil dipadamkan dan mulai terkendali pada Jumat, 3 Juli 2026.

Memasuki hari keempat operasi penanganan, BNPB masih mengoptimalkan penggunaan dua helikopter water bombing untuk mempercepat proses pemadaman.

Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB Brigjen TNI Djohan Darmawan mengatakan kondisi angin pada pagi hari cukup mendukung upaya pemadaman.

Djohan mengatakan, "Sementara ini kita bisa melihat, kalau pagi hari anginnya tidak terlalu kencang. Teman-teman petugas ini juga bekerja maksimal dari pagi, siang, hingga malam hari."

Selain mengerahkan dua helikopter water bombing, BNPB juga mengoperasikan 18 unit armada pemadam kebakaran untuk menyisir titik-titik api yang belum dapat dijangkau dari udara.

Djohan mengungkapkan, "Jadi sudah hari keempat, kita mendatangkan dua unit helikopter water bombing, termasuk juga mengerahkan 18 armada pemadam kebakaran."

Penulis :
Shila Glorya