
Pantau - Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap rekomendasi yang dihasilkan dalam Temu Ilmiah Nasional (TIN) II Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) dapat memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama pada aspek keamanan pangan, kualitas gizi, dan tata kelola program.
Pemprov Jatim Dorong Penguatan Program MBG
Harapan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono saat menghadiri TIN II Persagi di Surabaya, Jumat (3/7/2026).
Forum tersebut diikuti para ahli gizi dari berbagai daerah di Indonesia untuk merumuskan masukan berbasis ilmiah dalam mendukung program prioritas nasional MBG.
Adhy mengatakan, "Kami justru menunggu apa yang harus kami lakukan lagi terhadap berbagai persoalan maupun upaya meningkatkan kesehatan masyarakat melalui pengelolaan makanan bergizi."
Menurut Adhy, manfaat Program MBG tidak hanya meningkatkan kesehatan masyarakat, tetapi juga memberikan dampak langsung kepada anak-anak, santri, ibu hamil, dan balita.
Program tersebut juga dinilai memberikan efek berganda terhadap perekonomian Jawa Timur melalui keterlibatan petani, peternak, nelayan, dan pelaku UMKM dalam rantai pasok pangan.
Untuk menjaga kualitas pelaksanaan MBG, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah membentuk Satuan Tugas MBG yang dipimpin Wakil Gubernur Jawa Timur.
Satgas tersebut bertugas memastikan seluruh dapur penyelenggara memenuhi standar pengelolaan makanan, keamanan pangan, serta memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Adhy mengungkapkan, "Hal itu sekaligus mampu memberdayakan UMKM sebagai bagian dari rantai pasok bahan pangan."
Persagi Apresiasi Penurunan Stunting di Jawa Timur
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Persagi Doddy Izwardy mengapresiasi keberhasilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menurunkan prevalensi stunting dari 17,7 persen menjadi 14,7 persen.
Menurut Doddy, capaian tersebut menjadikan Jawa Timur sebagai salah satu provinsi dengan hasil penurunan stunting terbaik di Indonesia dan menjadi alasan Surabaya dipilih sebagai tuan rumah TIN II Persagi.
TIN II Persagi mempertemukan para ahli gizi dari 31 provinsi untuk membahas penguatan keamanan pangan, ketahanan gizi, kesehatan saluran cerna, dan edukasi gizi.
Doddy mengatakan, "Keberhasilan Jawa Timur dalam menurunkan angka stunting menunjukkan sinergi pemerintah daerah bersama berbagai pemangku kepentingan mampu memperkuat pembangunan gizi masyarakat."
Hasil pembahasan selama TIN II Persagi akan dirangkum menjadi rekomendasi yang disampaikan kepada pemerintah, termasuk Pemerintah Provinsi Jawa Timur, sebagai masukan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan Program MBG dan pembangunan gizi di daerah.
Doddy berharap capaian penurunan stunting di Jawa Timur dapat dipertahankan guna mendukung target penurunan prevalensi stunting nasional.
Ia mengungkapkan, "Pengalaman Jawa Timur dalam membangun kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, akademisi, hingga pelaku usaha dapat menjadi referensi bagi daerah lain dalam memperkuat pembangunan gizi."
- Penulis :
- Arian Mesa





