HOME  ⁄  Nasional

Malaysia Tegaskan Politik Luar Negeri Netral dan Independen, Dorong Penguatan Tatanan Dunia Multipolar

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Malaysia Tegaskan Politik Luar Negeri Netral dan Independen, Dorong Penguatan Tatanan Dunia Multipolar
Foto: Foto: (Sumber: Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dalam Pertemuan Meja Bundar Asia-Pasifik ke-39 (APR) di Kuala Lumpur, Kamis (2/6/2026). Kantor Perdana Menteri Malaysia.)

Pantau - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa Malaysia akan terus menjalankan kebijakan luar negeri yang independen dan netral dengan tetap berpegang pada kepentingan nasional serta prinsip penyelesaian damai dalam isu internasional.

Sikap Politik Luar Negeri Malaysia

Anwar Ibrahim menegaskan bahwa Malaysia mengambil posisi berprinsip tanpa berpihak dalam dinamika global yang semakin tidak pasti.

Kebijakan luar negeri Malaysia mencerminkan identitas nasional, pengalaman historis, serta kebutuhan untuk beradaptasi dengan perubahan global.

Anwar Ibrahim mengatakan, "Kami mengambil sikap dan posisi berprinsip, tetapi tidak berpihak. Ini termasuk dukungan teguh kami untuk penyelesaian sengketa secara damai sesuai dengan hukum internasional. Penggunaan kekuatan atau paksaan, militer atau ekonomi, hanya akan memperdalam permusuhan dan konsekuensi yang tidak diharapkan." ia mengungkapkan.

Malaysia juga menegaskan dukungan terhadap penyelesaian sengketa secara damai sesuai hukum internasional.

Dukungan terhadap Multilateralisme dan Tatanan Global

Malaysia mendorong penguatan tatanan dunia multipolar dengan peran lebih besar bagi negara berkembang dalam pengambilan keputusan global.

Negara tersebut menilai kawasan Asia, Afrika, Amerika Latin, dan Pasifik perlu memiliki representasi yang lebih kuat dalam sistem internasional.

Anwar Ibrahim mengatakan, "Jawaban untuk ketidakpastian yang semakin besar dan melemahnya norma serta institusi global bukanlah pengurangan multilateralisme, melainkan kerja sama yang lebih efektif. Tidak ada satu negara pun yang dapat mengatasi dampak perubahan iklim, pandemi, ketahanan pangan, atau ancaman siber secara efektif sendirian." ia mengungkapkan.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Pertemuan Meja Bundar Asia-Pasifik (Asia-Pacific Roundtable/APR) ke-3 di Kuala Lumpur yang diselenggarakan oleh Institut Studi Strategis dan Internasional Malaysia atas nama lembaga riset strategis ASEAN.

Penulis :
Arian Mesa