
Pantau - PT Wijaya Karya (WIKA) melanjutkan pembangunan Proyek Bendungan Jenelata di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, dengan progres konstruksi mencapai 31,72 persen per 30 Juni 2026 pada porsi pekerjaan Joint Operation.
Progres Konstruksi dan Fungsi Bendungan
Bendungan Jenelata dirancang sebagai infrastruktur strategis untuk pengendalian banjir, penyediaan air baku, irigasi pertanian, serta penguatan ketahanan air di wilayah Sulawesi Selatan.
Proyek ini memiliki kapasitas tampung total sebesar 223,6 juta meter kubik yang ditujukan untuk mendukung kebutuhan sumber daya air jangka panjang.
Fungsi pengendalian banjir pada bendungan ini menargetkan penurunan debit Sungai Jenelata dari 1.800,46 meter kubik per detik menjadi 686 meter kubik per detik.
Selain itu, bendungan ini menyediakan suplai air baku sebesar 6,05 meter kubik per detik dan mendukung irigasi lahan pertanian seluas 25.783 hektare.
Proyek ini juga sejalan dengan arah pembangunan nasional dalam Asta Cita, khususnya penguatan ketahanan pangan, pemerataan infrastruktur, dan manfaat pembangunan bagi masyarakat daerah.
Pekerjaan Lapangan dan Strategi Pelaksanaan
Lingkup pekerjaan WIKA mencakup area left bank atau tebing kiri beserta infrastruktur pendukung seperti galian, timbunan, pembetonan, reinforcement bar, steel formwork, retaining wall spillway, cofferdam, serta jalan akses.
Pekerjaan lapangan yang sedang berlangsung meliputi pengecoran beton massal, pembangunan akses quarry, drilling dan grouting, penataan drainase, perkuatan lereng, serta pembangunan fasilitas pendukung seperti crushing plant dan gudang handak.
Beberapa pekerjaan utama seperti galian, plinth, grouting, retaining wall spillway, dan jalan akses permanen telah mencapai progres signifikan hingga 100 persen pada tahapan tertentu.
Proyek ini melibatkan sekitar 330 tenaga kerja dengan 197 di antaranya merupakan tenaga kerja lokal sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat sekitar.
WIKA menerapkan metode Lean Construction, evaluasi harian, optimalisasi alat dan tenaga kerja, serta penggunaan Building Information Modeling (BIM) untuk pengendalian pekerjaan.
Corporate Secretary WIKA Ngatemin menyampaikan bahwa proyek ini merupakan kontribusi perusahaan dalam pembangunan infrastruktur sumber daya air nasional.
Ia menegaskan bahwa Bendungan Jenelata berfungsi tidak hanya sebagai pengendali banjir, tetapi juga penguat ketahanan air, irigasi, dan ketersediaan air baku di Sulawesi Selatan.
Proyek ini ditargetkan selesai pada Juni 2028 dan diharapkan memberikan dampak ekonomi serta mendukung sektor pariwisata dan perikanan air tawar di wilayah sekitar.
- Penulis :
- Arian Mesa





