HOME  ⁄  Nasional

BNPB Catat Anomali Cuaca di Indonesia, Hujan Masih Turun di Musim Kemarau Akibat Gangguan Atmosfer Global

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

BNPB Catat Anomali Cuaca di Indonesia, Hujan Masih Turun di Musim Kemarau Akibat Gangguan Atmosfer Global
Foto: Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam siniar bersama ANTARA TV membahas sejumlah isu strategis terkait penanggulangan bencana di Kantor Antara Heritage Center di Jakarta, Selasa (10/2/2026). Sumber: ANTARA/Riezko Bima Elko Prasetyo

Pantau - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan terjadinya anomali cuaca di Indonesia berupa hujan dengan intensitas ringan hingga lebat di sejumlah wilayah meski musim kemarau meluas pada Jumat (3/7/2026).

Kondisi Hujan di Tengah Musim Kemarau

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan bahwa fenomena ini terjadi terutama di wilayah Indonesia bagian utara dan sekitar garis ekuator.

Ia menjelaskan bahwa hujan yang masih terjadi dipicu oleh dinamika atmosfer global serta labilitas udara lokal yang masih kuat di sejumlah wilayah.

Data hidrometeorologi akhir Juni hingga awal Juli 2026 mencatat curah hujan anomali tertinggi terjadi di Kepulauan Riau dengan 81 mm per hari.

Kalimantan Barat tercatat mengalami curah hujan 76 mm per hari, Papua Tengah 57 mm per hari, dan Sumatera Utara 54 mm per hari.

BNPB menyebut kondisi ini menunjukkan ketidakteraturan pola musim yang terjadi pada sebagian wilayah Indonesia.

Pengaruh Fenomena Atmosfer dan Imbauan BNPB

BNPB menjelaskan bahwa fenomena hujan di musim kemarau dipengaruhi aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang aktif di sebagian wilayah Papua.

Selain itu, Gelombang Kelvin turut berkontribusi pada pembentukan awan hujan di sebagian wilayah Sumatera dan Kalimantan.

Fenomena Gelombang Rossby Ekuatorial juga disebut mempengaruhi kondisi cuaca di Papua, sementara labilitas atmosfer memperkuat pembentukan hujan di wilayah sekitar ekuator.

Di sisi lain, sejumlah wilayah Indonesia mengalami cuaca panas akibat pengaruh El Nino di Samudra Pasifik.

BNPB mencatat terdapat 493 titik pengamatan yang mengalami hari tanpa hujan kategori panjang.

Suhu udara maksimum di beberapa wilayah seperti Lampung, Jawa Tengah, dan Kalimantan Timur dilaporkan melebihi 35 derajat Celsius.

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi risiko kekeringan, krisis air bersih, serta kebakaran hutan dan lahan.

Masyarakat juga diminta menggunakan air bersih secara bijak, memprioritaskan kebutuhan pokok, serta memeriksa instalasi pipa untuk mencegah kebocoran.

Penulis :
Shila Glorya