HOME  ⁄  Nasional

Menko Pangan Zulkifli Hasan Salurkan 3 Ton Pupuk di Mamuju, Pemerintah Pastikan Harga Gabah Petani Terkendali

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Menko Pangan Zulkifli Hasan Salurkan 3 Ton Pupuk di Mamuju, Pemerintah Pastikan Harga Gabah Petani Terkendali
Foto: Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat menyerahkan secara simbolis bantuan pupuk non-subsidi, pada rembuk tani di Kelurahan Sinyoyoi, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulbar, Jumat (3/7/2026). Sumber: ANTARA/Amirullah

Pantau - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyerahkan bantuan tiga ton pupuk non-subsidi kepada petani dan nelayan di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat dalam kegiatan rembuk tani di Kelurahan Sinyoyoi pada Jumat (3/7/2026).

Penyaluran Bantuan Pupuk untuk Petani dan Nelayan

Bantuan yang disalurkan terdiri dari 1,5 ton pupuk Urea dan 1,5 ton pupuk NPK yang diberikan kepada kelompok petani dan nelayan di wilayah tersebut.

Kegiatan penyerahan dihadiri ratusan petani dan nelayan serta pejabat daerah, termasuk Gubernur Sulawesi Barat dan Bupati Mamuju.

Sebelum penyerahan bantuan, Menko Pangan meninjau langsung area persawahan dan berdialog dengan para petani mengenai kondisi pertanian di lapangan.

Dalam dialog tersebut, ia menanyakan harga pupuk serta harga jual gabah di tingkat petani sebagai bahan evaluasi kebijakan pangan.

Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa distribusi pupuk yang sebelumnya kerap terlambat kini disebut lebih mudah dengan ketersediaan stok yang lebih baik.

Kebijakan Harga Gabah dan Program Pertanian

Menko Pangan menyebut pemerintah telah menetapkan kebijakan harga gabah minimal Rp6.500 per kilogram untuk melindungi pendapatan petani.

Ia mengatakan harga gabah di Sulawesi Barat saat ini bahkan telah mencapai sekitar Rp7.200 per kilogram di tingkat petani.

Pemerintah juga menyederhanakan aturan pembelian gabah dengan menghapus perhitungan kadar air yang sebelumnya dinilai menyulitkan petani.

Selain sektor padi, pemerintah menyiapkan bantuan pupuk untuk petani tambak selama tiga bulan dengan total sekitar 3.000 ton.

Pemerintah juga merencanakan pembangunan tambak tematik di setiap desa dengan nilai program sekitar Rp1,2 miliar per desa dengan syarat tertentu.

Zulkifli Hasan menegaskan program tersebut bertujuan memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan di daerah.

Penulis :
Leon Weldrick