HOME  ⁄  Nasional

Kemensos Perkuat Sekolah Rakyat untuk Cetak Generasi Unggul dan Putus Rantai Kemiskinan hingga 2029

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Kemensos Perkuat Sekolah Rakyat untuk Cetak Generasi Unggul dan Putus Rantai Kemiskinan hingga 2029
Foto: Foto: (Sumber: Menteri Sosial Saifullah Yusuf memberikan penjelasan terkait hasil pemetaan talenta siswa berbasis AI dalam acara open house bersama para orang tua calon siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 di Jakarta, Jumat (3/7/2026) ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo.)

Pantau - Kementerian Sosial menjelaskan manfaat strategis Program Sekolah Rakyat untuk kemajuan bangsa, khususnya dalam mencetak generasi unggul dari keluarga prasejahtera dan memutus rantai kemiskinan di Indonesia.

Tujuan Program Sekolah Rakyat

Program Sekolah Rakyat bertujuan memperluas akses pendidikan bagi anak dari keluarga prasejahtera, anak jalanan, dan anak putus sekolah melalui sistem inklusif tanpa tes akademik.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan, ia mengungkapkan, "Anak-anak ini dididik sejak awal untuk menjadi generasi hebat yang sukses. Kita membuka jalan agar anak-anak dari keluarga tidak mampu, anak jalanan, dan anak putus sekolah bisa setara dan memiliki masa depan yang lebih baik bagi bangsa."

Program ini juga dirancang untuk memperkuat ketahanan sosial serta kemandirian ekonomi nasional melalui investasi pendidikan jangka panjang bagi kelompok marjinal.

Implementasi dan Target Nasional

Program Sekolah Rakyat dijalankan melalui kerja sama Kementerian Sosial dengan Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Perlindungan Pekerja Migran, serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Saifullah Yusuf menjelaskan, ia mengungkapkan, "Itulah kenapa pengelolaan Sekolah Rakyat ada di Kementerian Sosial? Karena ini adalah bagian dari miniatur pengentasan kemiskinan. Ini konsepnya. Jadi anaknya sekolah, orang tuanya diberdayakan dengan program strategis Bapak Presiden yang lain. Tentu ini melibatkan multipihak."

Kurikulum program ini mengintegrasikan pembelajaran formal dengan penguatan kemampuan bahasa asing seperti Inggris, Arab, Mandarin, dan Jerman untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja di tingkat global.

Kemensos juga mengembangkan pemetaan bakat siswa melalui tes DNA talent berbasis kecerdasan buatan atau AI untuk mengidentifikasi potensi peserta didik secara lebih terarah.

Berdasarkan data Kemensos dan Universitas Ary Ginanjar, hasil pemetaan menunjukkan 7.353 siswa atau 54,2 persen berada pada kategori sosial, 4.649 siswa atau 34,3 persen pada bidang STEM, serta 1.560 siswa atau 11,5 persen pada bidang bahasa pada tahun 2025.

Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa pada tahun ini terdapat 453 siswa yang akan lulus, sementara pada jenjang SMA terdapat 11 siswa dengan pilihan lima ingin kuliah, empat ingin menjadi TNI, dan dua memilih antara TNI atau kuliah.

Program ini juga menerapkan skema multi-entry multi-exit yang memungkinkan siswa menyelesaikan pendidikan lebih cepat sesuai kemampuan masing-masing.

Seleksi penerima dilakukan melalui sinkronisasi Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) bersama pendamping PKH, BPS, dan pemerintah daerah untuk memastikan ketepatan sasaran.

Pemerintah menargetkan Program Sekolah Rakyat menjangkau 500.000 siswa pada tahun 2029 sebagai bagian dari strategi pengentasan kemiskinan dan pencetakan pemimpin masa depan bangsa.

Penulis :
Arian Mesa