
Pantau - Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, mendorong masyarakat di 328 kampung membudidayakan komoditas pangan lokal sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan daerah dan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan beras.
Bupati Jayawijaya Atenius Murib mengatakan wilayah Jayawijaya memiliki lahan yang luas sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menanam berbagai komoditas pangan lokal.
Betatas dan Umbi-Umbian Jadi Andalan
Atenius mengungkapkan, “Pangan lokal seperti betatas, singkong, dan berbagai jenis umbi-umbian, menjadi kekuatan kita dalam menjaga ketahanan daerah maupun nasional.”
Menurutnya, masyarakat yang kembali menanam umbi-umbian di lahannya tidak akan bergantung sepenuhnya pada pangan nasional seperti beras.
Atenius juga mengungkapkan, “Makanan-makanan tradisional seperti betatas, singkong, sangat baik untuk dikonsumsi oleh masyarakat karena makanan rendah gula dan sehat bagi tubuh.”
Ia menambahkan keterlambatan distribusi beras ke Jayawijaya tidak akan berdampak besar apabila masyarakat terus membudidayakan pangan lokal.
Atenius mengungkapkan, “Kami mengajak seluruh masyarakat di 328 kampung untuk dapat kembali ke kampung, menanam umbi-imbian karena sebagai makanan pokok pengganti nasi, tetapi juga dapat dimanfaatkan dalam meningkatkan produk-produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).”
Hasil Pertanian Dinilai Lebih Alami
Bupati Jayawijaya menjelaskan masyarakat di wilayah Papua Pegunungan sejak dahulu menanam sayuran, buah-buahan, dan umbi-umbian secara alami tanpa menggunakan pupuk.
Atenius mengungkapkan, “Kami di wilayah Papua Pegunungan rata-rata dalam menanam sayuran, buah-buahan, maupun umbi-umbian, tidak pernah menggunakan pupuk, sehingga hasilnya sangat sehat, luar biasa dan rasanya pun alami serta menyegarkan.”
Dalam kegiatan tersebut, Atenius Murib bersama Ketua TP PKK Kabupaten Jayawijaya Idawari Waromi turut meninjau sekaligus memanen betatas di Kampung Taganek, Distrik Yalengga.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





