HOME  ⁄  Ekonomi

Titiek Soeharto Resmikan Gudang Bulog 3.500 Ton di Kalimantan Selatan untuk Perkuat Logistik Pangan Nasional

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Titiek Soeharto Resmikan Gudang Bulog 3.500 Ton di Kalimantan Selatan untuk Perkuat Logistik Pangan Nasional
Foto: (Sumber :Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto “Titiek Soeharto” (kedua kanan) menandatangani prasasti untuk meresmikan revitalisasi gudang Perum Bulog berkapasitas 3.500 ton di Landasan Ulin, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Jumat (3/7/2026). (ANTARA/Tumpal Andani Aritonang).)

Pantau - Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto meresmikan revitalisasi gudang Perum Bulog berkapasitas 3.500 ton di Landasan Ulin, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, sebagai upaya memperkuat logistik pangan nasional melalui peningkatan kapasitas penyimpanan dan penyerapan hasil panen petani.

Gudang Bulog Perkuat Cadangan Pangan

Titiek mengatakan, “Peresmian gudang tersebut merupakan wujud nyata penguatan infrastruktur logistik pangan sebagai fondasi keberhasilan agenda swasembada pangan nasional.”

Ia menjelaskan peningkatan kapasitas penyimpanan dan penyerapan hasil panen petani akan memperkuat cadangan beras pemerintah, menjaga stabilitas pasokan dan harga, serta memastikan hasil produksi petani terserap secara optimal.

Titiek juga mengatakan, “Kalimantan Selatan sebagai salah satu lumbung pangan di Pulau Kalimantan diharapkan semakin berperan strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan mewujudkan kemandirian pangan Indonesia.”

DPR Dukung Penguatan Infrastruktur Pangan

Titiek mengapresiasi sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, Badan Pangan Nasional, Kementerian Pertanian, dan Perum Bulog dalam memperkuat sistem logistik pangan nasional.

Ia menegaskan pembangunan infrastruktur perlu diikuti dengan peningkatan efektivitas pengelolaan stok, percepatan distribusi, serta penguatan pelayanan kepada petani dan masyarakat.

Titiek menyatakan Komisi IV DPR RI akan terus mendukung program Perum Bulog, termasuk apabila terdapat usulan peningkatan anggaran untuk pembangunan Rice Milling Unit di Kalimantan Selatan.

Ia mengungkapkan, “Semoga gudang ini dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi peningkatan kesejahteraan petani, penguatan ketahanan pangan daerah, serta mendukung terwujudnya swasembada pangan sebagaimana menjadi prioritas pembangunan nasional.”

Gudang hasil Penyertaan Modal Negara di Landasan Ulin tersebut dibangun dengan nilai kontrak Rp12,15 miliar, telah mencapai realisasi pembangunan 100 persen tanpa deviasi, mulai dikerjakan pada 21 April 2025, selesai pada 12 Februari 2026, dan kini memasuki masa pemeliharaan hingga 12 Februari 2027.

Penulis :
Ahmad Yusuf