HOME  ⁄  Nasional

KTNA Dukung Rencana Ekspor Beras ke Singapura untuk Jaga Stok Nasional dan Tingkatkan Nilai Hasil Panen Petani

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

KTNA Dukung Rencana Ekspor Beras ke Singapura untuk Jaga Stok Nasional dan Tingkatkan Nilai Hasil Panen Petani
Foto: Foto: (Sumber: Petugas mengoperasikan forklift untuk menata karung beras di gudang penyimpanan Bulog. Kementan.)

Pantau - Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) mendukung rencana pemerintah mengekspor beras ke Singapura karena dinilai dapat menjaga keseimbangan stok nasional, meningkatkan nilai ekonomi hasil panen petani, serta memperkuat pengelolaan cadangan pangan.

Ketua Umum KTNA Mohammad Yadi Sofyan Noor menyatakan stok beras nasional yang telah mencapai lebih dari 5 juta ton menjadi modal kuat untuk membuka peluang ekspor tanpa mengurangi komitmen pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat di dalam negeri.

Mohammad Yadi Sofyan Noor menyampaikan bahwa, “Kalau kita intinya rencana ekspor yang dilakukan pemerintah kami dukung. Kalau kami sih ikut, semakin berkurang stok itu, sebetulnya untuk petani semakin bagus. Kenapa? Nilainya akan naik.”, ungkapnya.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai tanggapan atas rencana Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang menawarkan ekspor beras kepada pemerintah Singapura.

Ekspor Dinilai Jaga Mutu dan Sirkulasi Stok Beras

KTNA menilai rencana ekspor merupakan langkah strategis untuk mengurangi tekanan akibat penumpukan stok beras nasional yang terus bertambah dari hasil panen petani.

Organisasi tersebut menjelaskan bahwa beras yang terlalu lama disimpan di gudang berpotensi mengalami penurunan kualitas sehingga perlu dikelola melalui distribusi dan pemasaran yang baik, termasuk dengan membuka pasar ekspor.

KTNA memperkirakan dalam sekitar tiga bulan ke depan sejumlah daerah kembali memasuki musim tanam sehingga produksi beras berpotensi meningkat dan menambah volume stok nasional.

Apabila stok lama tidak segera disalurkan, kelebihan persediaan dapat menjadi tantangan karena kapasitas penyimpanan beras memiliki keterbatasan.

KTNA menilai sirkulasi stok yang baik diperlukan untuk menjaga mutu beras sekaligus menyediakan ruang penyimpanan bagi hasil panen berikutnya.

Harga Gabah Dinilai Menguntungkan Petani

KTNA menyerahkan sepenuhnya kebijakan ekspor kepada pemerintah dan berharap pasar luar negeri terus diperluas agar penyerapan hasil panen nasional meningkat secara berkelanjutan.

Organisasi tersebut menilai ekspor juga dapat membantu menjaga stabilitas harga gabah sehingga tetap menguntungkan bagi petani Indonesia.

Mohammad Yadi Sofyan Noor menyampaikan bahwa, “Sekarang saja jarang kok harga gabah petani di bawah HPP. Di lapangan (gabah) kita jual Rp7.000 per kg, Rp7.200 per kg, Rp7.300 per kg. Semua di atas HPP. Rata-rata sih di atas Rp6.500 per kg, enggak ada lagi di bawah Rp6.500 per kg.”, ungkapnya.

KTNA mengungkapkan harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani saat ini umumnya berada di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram sehingga dinilai menjadi sinyal positif bagi kesejahteraan petani.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menawarkan ekspor 10 ribu ton beras ke Singapura seiring stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog telah mencapai 5,1 juta ton.

Rencana ekspor tersebut dibahas dalam pertemuan bilateral antara Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Singapura Grace Fu di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, pada Senin, 29 Juni, sebagai upaya memperkuat kerja sama pangan kedua negara.

Penulis :
Leon Weldrick