HOME  ⁄  Ekonomi

BKHIT Maluku Mengawal Ekspor Perdana 11,6 Ton Tuna Beku ke Thailand Bernilai Rp1,08 Miliar

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

BKHIT Maluku Mengawal Ekspor Perdana 11,6 Ton Tuna Beku ke Thailand Bernilai Rp1,08 Miliar
Foto: Ekspor 11,6 ton tuna beku tujuan Thailand menjadi bentuk nyata kepercayaan pasar global atas produk perikanan Maluku (sumber: ANTARA/Dedy Azis)

Pantau - Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Maluku mengawal ekspor perdana sebanyak 11.625 kilogram frozen tuna loin tujuan Thailand dengan nilai ekonomi sekitar Rp1,08 miliar untuk memastikan komoditas perikanan asal Maluku memenuhi persyaratan kesehatan dan keamanan pangan yang ditetapkan negara tujuan.

Pengawasan Karantina Dukung Daya Saing Ekspor

Kepala BKHIT Maluku Willy Indra Yunan mengatakan pengawasan karantina menjadi bagian penting dalam menjaga mutu dan kelancaran ekspor sekaligus meningkatkan daya saing produk perikanan asal Maluku di pasar internasional.

Ia mengungkapkan, "Setiap komoditas yang akan diekspor harus memenuhi persyaratan kesehatan dan keamanan yang ditetapkan negara tujuan. Kami berkomitmen terus mendampingi pelaku usaha agar komoditas asal Maluku mampu bersaing di pasar internasional."

Ekspor perdana tersebut dilakukan oleh PT Jayawi Ambon Internasional dengan tujuan pasar Thailand.

Willy Indra Yunan menambahkan BKHIT Maluku akan terus memperkuat layanan sertifikasi dan pengawasan karantina terhadap komoditas ekspor guna mendukung peningkatan volume perdagangan luar negeri dari Maluku.

Menurutnya, pendampingan yang dilakukan tidak hanya mencakup pemeriksaan kesehatan komoditas.

Pendampingan tersebut juga memastikan seluruh dokumen ekspor telah dipenuhi.

Pendampingan itu sekaligus memastikan seluruh persyaratan teknis negara tujuan telah dipenuhi.

Langkah tersebut dilakukan agar proses ekspor dapat berjalan dengan lancar.

Pemerintah Apresiasi Keberhasilan Tembus Pasar Thailand

Pelepasan ekspor dipimpin oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku Jais Ahmad Ely yang mengapresiasi keberhasilan pelaku usaha menembus pasar Thailand melalui produk perikanan olahan bernilai tambah.

Menurut Jais Ahmad Ely, capaian tersebut menunjukkan komoditas perikanan Maluku mampu memenuhi standar pasar internasional sekaligus menjadi bukti sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam mendorong hilirisasi sektor perikanan.

Ia mengatakan, "Ekspor perdana ini menunjukkan bahwa komoditas perikanan Maluku mampu memenuhi standar pasar internasional. Kami berharap keberhasilan ini menjadi motivasi bagi pelaku usaha lainnya untuk terus meningkatkan kualitas dan daya saing produk sehingga mampu menembus pasar global."

BKHIT Maluku berharap keberhasilan ekspor tersebut dapat mendorong peningkatan ekspor komoditas perikanan asal Maluku ke berbagai negara tujuan.

BKHIT Maluku juga berharap capaian tersebut semakin memperkuat posisi Maluku sebagai salah satu sentra produksi dan ekspor hasil perikanan nasional.

Penulis :
Leon Weldrick