HOME  ⁄  Ekonomi

Pemerintah Salurkan SPHP Jagung Pakan Bersubsidi untuk Jaga Usaha Peternak Unggas hingga Akhir 2026

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Pemerintah Salurkan SPHP Jagung Pakan Bersubsidi untuk Jaga Usaha Peternak Unggas hingga Akhir 2026
Foto: Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (sumber: Bapanas)

Pantau - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah menyalurkan jagung pakan bersubsidi melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) guna menjaga keberlanjutan usaha peternak unggas sekaligus menstabilkan harga pangan nasional.

Program SPHP jagung pakan telah berjalan sejak awal Mei 2026 dengan penugasan kepada Perum Bulog untuk mendistribusikan jagung kepada peternak unggas skala mikro, kecil, dan menengah.

Target sementara distribusi mencapai 213,2 ribu ton dari total alokasi 242 ribu ton pada 2026, sedangkan hingga 29 Juni 2026 realisasi penyaluran telah mencapai 55,5 ribu ton.

Amran mengatakan, "Jagung pakan sudah kita subsidi. Ada jagung 200 ribuan ton (itu) subsidi (melalui) SPHP. Kita kasih dengan harga yang baik untuk peternak."

Pemerintah Serap Jagung Petani untuk Cadangan

Jagung pakan yang disalurkan berasal dari hasil penyerapan panen petani lokal yang disimpan sebagai Cadangan Jagung Pemerintah (CJP).

Pemerintah membeli jagung dari petani dengan harga Rp5.500 per kilogram untuk mendorong peningkatan produksi jagung dalam negeri sebelum stok tersebut disimpan dan disalurkan saat kebutuhan peternak meningkat.

Amran mengatakan, "Justru kami beli dari awal untuk peternak. Jadi kami beli, supaya petani (jagung) berproduksi dengan baik. Kita beri harga yang baik yaitu Rp5.500 per kilo. Kemudian kita simpan. Setelah peternak butuh pada musim seperti sekarang, langsung kita suplai."

Bapanas menetapkan harga jagung pakan sebesar Rp5.000 per kilogram untuk pengambilan di gudang Bulog, sedangkan harga maksimal di tingkat peternak ditetapkan Rp5.500 per kilogram.

Penyaluran SPHP jagung dilakukan melalui koperasi atau asosiasi kepada anggota yang telah terdaftar dalam Surat Keputusan Menteri Pertanian.

Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp678 miliar melalui Bapanas untuk mendukung subsidi harga dengan total alokasi penyaluran maksimal 242 ribu ton selama 2026.

Bapanas Dorong Dukungan bagi Peternak Unggas

Program SPHP jagung pakan ditargetkan menjangkau 5.543 peternak di 26 provinsi dengan total populasi unggas sasaran mencapai 53 juta ekor dan direncanakan berlangsung hingga akhir 2026.

Direktur SPHP Bapanas Maino Dwi Hartono mengatakan perbedaan harga telur dan daging ayam antara tingkat peternak dan konsumen menjadi alasan pemerintah memperkuat dukungan kepada peternak.

Maino mengatakan, "Telur masih Rp30.000 per kilo atau sesuai HAP (harga acuan penjualan). Namun hari ini di kandang, teman-teman peternak kita sangat kesulitan karena harga rata-rata nasional Rp21.000. Bahkan hari ini di daerah Jawa Timur sebagai sentral ayam, di Blitar, Magetan, itu rata-rata ada Rp17.000 per kilo."

Bapanas juga mendorong keterlibatan pemerintah daerah untuk menghubungkan wilayah yang mengalami fluktuasi harga telur dan ayam broiler dengan asosiasi peternak yang membutuhkan dukungan penyerapan.

Maino mengatakan, "Jadi peternak bisa mendapatkan harga yang baik dan tentunya nanti di tingkat konsumen juga bisa mendapatkan harga yang wajar atau sesuai HAP."

Bapanas turut mendorong penyerapan hasil peternak melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM) di berbagai daerah serta pelaksanaan komitmen penyerapan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) secara langsung dari peternak unggas di seluruh Indonesia.

Penyerapan tersebut diharapkan memberikan dampak positif bagi peternak ketika program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali berjalan penuh setelah libur sekolah pada pertengahan Juli 2026.

Penulis :
Leon Weldrick