
Pantau - Wakil Ketua DPR RI Bidang Koordinator Ekonomi dan Keuangan (Korekku) Sari Yuliati mengunjungi Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk memastikan proses pemulihan Yuvita, korban penyekapan, berjalan optimal dengan dukungan penuh dari negara.
DPR Fokus pada Pemulihan Korban
Sari Yuliati menegaskan kunjungannya tidak berkaitan dengan proses hukum terhadap pelaku, melainkan untuk memastikan korban memperoleh pendampingan dan perawatan secara menyeluruh.
“Kami semua berkonsentrasi kepada korban. Soal pelaku sudah menjadi kewenangan aparat penegak hukum. Tugas kami adalah memastikan Yuvita mendapatkan pendampingan dan pemulihan terbaik, baik secara fisik maupun psikologis,” tutur Sari.
Ia mengapresiasi langkah cepat tim medis RSHS yang telah menyusun tahapan pemulihan komprehensif, termasuk rehabilitasi jangka panjang.
“Tadi dokter menjelaskan bahwa proses penyembuhan sudah dirancang dengan sangat baik. Pemulihan fisik dan psikologis sudah memiliki tahapan yang jelas, bahkan diperkirakan berlangsung hingga satu tahun ke depan. Tentu kita akan mengawal bersama agar seluruh proses berjalan optimal, termasuk memastikan tidak ada kendala dalam pembiayaannya,” katanya.
Sari mengaku hanya bertemu dengan keluarga korban karena menghormati prosedur medis yang mengharuskan pasien menjalani perawatan dalam kondisi steril.
“Yang terpenting adalah memberikan dukungan moril kepada keluarga agar mereka tetap kuat mendampingi Yuvita menghadapi masa pemulihan yang panjang,” ujarnya.
Tim Medis Bentuk Penanganan Multidisiplin
Direktur Sumber Daya Manusia, Pendidikan, dan Penelitian RSHS Bandung Fitra Hergyana mengatakan rumah sakit telah membentuk tim multidisiplin yang terdiri dari sekitar 40 dokter untuk menangani korban.
“Kami membentuk tim yang terdiri dari dokter bedah plastik, bedah mulut dan rahang, dokter mata, dokter rehabilitasi medik hingga psikiater. Semua bekerja secara terpadu agar pasien mendapatkan penanganan yang maksimal. Harapan kami, Yuvita dapat pulih dan nantinya kembali beraktivitas seperti sediakala,” ujarnya.
Fitra juga menyampaikan kondisi korban menunjukkan perkembangan positif.
“Alhamdulillah kondisi pasien saat ini terus membaik. Korban sudah bisa makan, duduk, dan mengobrol dengan baik. Saat ini kami tinggal mempersiapkan tahapan operasi lanjutan sesuai rencana medis yang telah disusun,” imbuhnya.
Sari juga mengimbau perempuan yang mengalami atau mengetahui tindak kekerasan agar segera melapor kepada keluarga maupun pihak berwenang sehingga penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





