HOME  ⁄  Nasional

Komisi IV DPR Minta Sistem Karantina di Kalimantan Timur Diperkuat Jelang Peningkatan Arus Barang ke IKN

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Komisi IV DPR Minta Sistem Karantina di Kalimantan Timur Diperkuat Jelang Peningkatan Arus Barang ke IKN
Foto: (Sumber :Anggota Komisi IV Firman Soebagyo saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI ke Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kalimantan Timur di Samarinda, Jumat (3/7/2026). Foto: Eno/Mahendra.)

Pantau - Komisi IV DPR RI meminta penguatan sistem karantina di Kalimantan Timur untuk mengantisipasi meningkatnya arus barang dan komoditas seiring perpindahan pusat pemerintahan ke Ibu Kota Nusantara (IKN), guna mencegah penyebaran penyakit serta penyelundupan satwa dilindungi.

Karantina Dinilai Jadi Garda Terdepan

Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo mengatakan penguatan biosekuriti menjadi kebutuhan penting karena Kalimantan Timur akan menjadi pusat mobilitas barang, termasuk aktivitas ekspor dan impor.

“Kegiatan kunjungan kerja pada hari ini bertujuan menggali aspirasi dan meninjau secara langsung fasilitas karantina dalam rangka pencegahan penyakit hewan, ikan, dan tumbuhan serta pengendalian peredaran satwa yang dilindungi,” ujarnya.

Menurut Firman, Indonesia sebagai negara dengan keanekaragaman hayati tinggi memerlukan sistem karantina yang kuat dan berkelanjutan untuk menghadapi tantangan perdagangan global.

“Kasus merebaknya Penyakit Mulut dan Kuku menjadi pelajaran berharga bahwa lemahnya sistem pengawasan dan karantina dapat berdampak luas terhadap perekonomian dan ketahanan pangan nasional,” katanya.

DPR Soroti Pengawasan dan Hambatan Ekspor

Firman juga menyoroti masih maraknya penyelundupan satwa liar sehingga diperlukan penguatan kapasitas petugas, pemanfaatan teknologi, dan sinergi antarlembaga.

“Oleh karena itu diperlukan penguatan sistem pengawasan, peningkatan kapasitas aparat karantina, pemanfaatan teknologi, serta sinergi antarinstansi guna mencegah peredaran dan penyelundupan satwa dilindungi yang semakin masif,” tegasnya.

Ia menambahkan Kalimantan Timur dipilih sebagai lokasi kunjungan karena memiliki peran strategis sebagai wilayah penyangga IKN.

“Tujuan Komisi IV datang ke Kalimantan Timur sebetulnya kami ingin menggali lebih dalam persiapan-persiapan karena Kalimantan Timur akan menjadi ibu kota negara. Oleh karena itu karantina merupakan garda terdepan. Arus barang, impor maupun ekspor, akan sangat menentukan ke depan,” ujarnya.

Komisi IV menyatakan hasil kunjungan dan masukan dari pemerintah daerah serta pelaku usaha akan dibahas lebih lanjut melalui Focus Group Discussion bersama kementerian terkait dan Badan Karantina Indonesia untuk memperkuat sistem karantina sekaligus mendorong peningkatan ekspor komoditas nasional.

Penulis :
Aditya Yohan