HOME  ⁄  Nasional

Mentan Amran Kawal Program Cetak Sawah dan Optimalisasi Lahan 137 Ribu Hektare di Tanah Papua

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Mentan Amran Kawal Program Cetak Sawah dan Optimalisasi Lahan 137 Ribu Hektare di Tanah Papua
Foto: (Sumber :Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menaiki traktor saat meninjau dan memimpin pengembangan program cetak sawah serta optimalisasi lahan di Merauke, Papua Selatan, Sabtu (4/7/2026). ANTARA/Harianto.)

Pantau - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memimpin pelaksanaan program cetak sawah dan optimalisasi lahan seluas 137 ribu hektare di Tanah Papua untuk memperkuat swasembada pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama putra-putri asli Papua.

Papua Jadi Prioritas Pengembangan Pangan

Amran memimpin aksi tanam padi menggunakan teknologi pertanian modern seperti drone bersama petani di Desa Waninggap Kai, Kecamatan Semangga, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, pada Sabtu.

“Seluruh program cetak sawah dan optimalisasi lahan yang kini berjalan di Papua Selatan sepenuhnya diperuntukkan bagi masyarakat, khususnya putra-putri asli Papua, sebagai bagian dari percepatan swasembada pangan nasional,” ungkap Amran.

Pemerintah hingga 2026 telah mengembangkan 83.030 hektare cetak sawah dan 54.399 hektare optimalisasi lahan di seluruh Tanah Papua.

Papua Selatan menjadi pusat pengembangan terbesar dengan 48.934 hektare cetak sawah dan 53.499 hektare optimalisasi lahan atau hampir 100 ribu hektare kawasan produksi pangan.

Amran menegaskan program tersebut tidak mengambil hak masyarakat adat, melainkan bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani Papua.

“Program ini milik rakyat, milik masyarakat putra daerah Papua. Jangan ada yang mengatasnamakan masyarakat mengatakan tidak setuju, karena faktanya setelah program berjalan pendapatan masyarakat naik hingga 300 persen. Bahkan sekarang masyarakat justru meminta tambahan cetak sawah,” katanya.

Pemerintah Perkuat Ekosistem Pertanian Modern

Amran mengatakan pemerintah akan terus mengembangkan kawasan pangan di Papua sesuai kebutuhan masyarakat.

Saat menerima laporan mengenai kekurangan pasokan solar untuk operasional pertanian, Kementerian Pertanian langsung berkoordinasi dengan Pertamina.

“Begitu mendapat laporan kekurangan solar, kami langsung berkoordinasi dengan Pertamina dan kuotanya siap ditambah. Yang penting kebutuhan petani terpenuhi agar aktivitas di lapangan tidak terganggu,” ujarnya.

Menurut Amran, pemerintah tidak hanya membuka sawah baru, tetapi juga membangun ekosistem pertanian modern melalui penyediaan alat dan mesin pertanian, benih unggul, irigasi, brigade pangan, serta pendampingan intensif kepada petani.

“Sekarang petani Merauke sudah mampu mengoperasikan alat pertanian modern. Teknologi yang digunakan negara-negara maju kini juga digunakan di Papua untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani,” tuturnya.

Sementara itu, Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo mengatakan Merauke menjadi pusat pengembangan pangan di Tanah Papua karena lebih dari separuh program cetak sawah dan hampir seluruh program optimalisasi lahan berada di wilayah tersebut.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Menteri Pertanian karena program ini memberi manfaat besar bagi ekonomi masyarakat. Kami siap mendukung penuh agar Papua Selatan menjadi lumbung pangan, bahkan ke depan mampu menjadi pengekspor beras,” ungkap Apolo.

Penulis :
Aditya Yohan