
Pantau - Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti mengatakan progres pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Banyumas telah mencapai sekitar 90 persen dan ditargetkan siap digunakan untuk kegiatan belajar mengajar pada awal tahun ajaran baru pada 13 Juli 2026.
Pembangunan Ditargetkan Rampung Juli
Dwi Asih Lintarti menyampaikan hal tersebut saat meninjau pembangunan Sekolah Rakyat Banyumas di Desa Karangcegak, Kecamatan Sumbang, Jumat.
Ia mengatakan, “Target kami seluruh pembangunan selesai pada Juli, sehingga saat tahun ajaran baru dimulai, siswa sudah bisa belajar di sini.”
Sekolah Rakyat Banyumas akan menampung tiga jenjang pendidikan, yakni Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA), dengan kapasitas masing-masing 90 peserta didik atau total 270 siswa.
Kompleks sekolah dilengkapi ruang kelas, asrama siswa, asrama guru, ruang makan, laboratorium, perpustakaan, sarana olahraga, tempat ibadah, kantin, serta gedung pertemuan.
Bangunan untuk setiap jenjang dibuat terpisah, sedangkan laboratorium, perpustakaan, fasilitas olahraga, dan gedung pertemuan digunakan bersama oleh seluruh jenjang.
Minat SMP dan SMA Tinggi, Kuota SD Belum Terpenuhi
Dwi Asih Lintarti mengakui kuota peserta didik jenjang SD hingga kini belum terpenuhi karena banyak orang tua belum siap melepas anak-anak yang masih berusia kecil untuk tinggal di asrama.
Ia mengajak masyarakat berperan aktif melaporkan anak-anak dari keluarga kurang mampu, khususnya kelompok Desil 1 dan Desil 2 yang belum bersekolah atau sempat putus sekolah agar dapat mengikuti program tersebut.
Kepala Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 13 Banyumas Siti Isbandiyah mengatakan minat masyarakat terhadap jenjang SMP dan SMA sangat tinggi.
Dari sekitar 360 calon peserta didik yang dijangkau pada masing-masing jenjang SMP dan SMA, sekolah hanya dapat menerima 90 siswa sesuai kapasitas.
Sementara itu, untuk jenjang SD baru sekitar 25 calon peserta didik yang berhasil terdata.
Siti Isbandiyah mengatakan, “Anak-anak SD masih membutuhkan pengasuhan orang tua. Jadi bukan karena tidak ada calon siswa, tetapi lebih karena faktor kesiapan orang tua dan anak.”
Apabila kuota SD tetap tidak terpenuhi, pihak sekolah telah mengusulkan kepada Kementerian Sosial agar sisa kuota dialihkan ke jenjang SMP dan SMA agar kapasitas sekolah dapat dimanfaatkan secara optimal.
Sekretaris Daerah Banyumas Agus Nur Hadie mengatakan seluruh calon peserta didik telah melalui proses verifikasi menggunakan data Kementerian Sosial untuk memastikan penerima manfaat berasal dari keluarga Desil 1 dan Desil 2.
Ia mengatakan, “Siswa akan menempati bangunan yang telah rampung terlebih dahulu, sementara penyelesaian fasilitas lainnya dilakukan secara bertahap.”
- Penulis :
- Leon Weldrick





