
Pantau - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengapresiasi pembentukan Komunitas Guru Menulis sebagai upaya meningkatkan kompetensi guru melalui penguatan budaya literasi dan kolaborasi antara pemerintah, media massa, dunia usaha, serta masyarakat.
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikdasmen Nunuk Suryani mengatakan inisiatif sektor swasta tersebut menjadi contoh nyata kontribusi media massa dalam memperkuat ekosistem pendidikan.
"Komunitas Guru Menulis ini adalah langkah maju yang melengkapi berbagai upaya penguatan kapasitas guru. Saya melihat ini sebagai bentuk konkret bahwa media massa dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih baik, bukan sekadar penyampai informasi, tetapi juga penggerak perubahan," ungkapnya.
Menurut Nunuk, peningkatan mutu pendidikan membutuhkan kolaborasi lintas sektor sehingga Kemendikdasmen terus membuka ruang kemitraan melalui semangat Partisipasi Semesta.
Nunuk menegaskan kemampuan menulis merupakan kompetensi penting yang perlu terus dikembangkan oleh guru sebagai bagian dari pembelajaran sepanjang hayat.
"Guru yang baik adalah guru yang terus belajar, dan menulis adalah salah satu cara belajar yang paling efektif. Ketika seorang guru menulis, ia dipaksa untuk berpikir lebih jernih, menyusun gagasan secara runtut, dan menguji pemahamannya sendiri atas materi yang ia ajarkan," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menyambut baik kehadiran Komunitas Guru Menulis sebagai wadah berbagi inovasi pembelajaran yang lahir dari pengalaman di kelas.
Menurut Aries, pengalaman guru tetap memiliki nilai yang tidak dapat digantikan oleh kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI).
Ia juga menyampaikan pesan Gubernur Jawa Timur, "Guru yang mengajar akan dikenang oleh muridnya, guru yang menulis akan dikenang oleh peradaban."
- Penulis :
- Aditya Yohan





