
Pantau - Indonesia mendorong kerja sama regional untuk menghadapi krisis iklim dalam Sidang ke-9 Committee on Environment and Development (CED9) ESCAP di Bangkok, Thailand, yang menyoroti percepatan aksi lingkungan di kawasan Asia Pasifik.
Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono memimpin Delegasi Republik Indonesia dalam forum tingkat menteri di Bangkok, Thailand, pada 2–3 Juli 2026.
Forum tersebut membahas penguatan kolaborasi regional untuk mempercepat pembangunan berkelanjutan dan penanganan perubahan iklim di kawasan Asia Pasifik.
Indonesia Dorong Kolaborasi Regional di ESCAP
Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono mengatakan, "Perlindungan lingkungan dan pembangunan ekonomi harus berjalan beriringan. Hanya melalui kerja sama regional yang lebih kuat kita dapat membangun kawasan Asia Pasifik yang tangguh dan berkelanjutan.", ia mengungkapkan.
Indonesia menekankan berbagai upaya nasional seperti restorasi mangrove dan lahan gambut, pengembangan ekonomi sirkular, ekonomi biru, pengelolaan sumber daya air, serta adaptasi perubahan iklim berbasis komunitas.
Pembahasan Isu Lingkungan dan Hasil Sidang
Sidang CED9 diikuti oleh 52 negara anggota ESCAP dengan kehadiran 11 menteri dan wakil menteri dari kawasan Asia dan Pasifik.
Forum tersebut membahas isu strategis seperti kualitas udara, pengelolaan air berkelanjutan, serta integrasi kebijakan lingkungan dengan pembangunan.
Indonesia juga berpartisipasi dalam acara bertajuk Accelerating Integrated Climate Action in Asia and the Pacific: Regional Cooperation for Blue Carbon Finance yang digelar pada 2–3 Juli 2026.
Kementerian Kelautan dan Perikanan memaparkan pengalaman Indonesia dalam pengembangan pembiayaan karbon biru untuk mendukung aksi iklim berbasis ekosistem pesisir dan laut.
Delegasi Indonesia dari Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta KBRI Bangkok memanfaatkan forum tersebut untuk memperkuat kerja sama regional dan berbagi praktik pengelolaan lingkungan hidup.
Sidang CED9 menghasilkan dua dokumen utama yaitu Ministerial Declaration on Environment and Development in Asia and the Pacific 2026 dan Regional Programme of Action on Advancing Synergies for Sustainable Development in Asia and the Pacific.
- Penulis :
- Arian Mesa





