
Pantau - Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan mendeteksi 13 titik panas (hot spot) di sejumlah wilayah Sumatera Utara berdasarkan pantauan sensor Satelit Terra, Aqua, SNPP, dan NOAA20.
Prakirawan BBMKG Wilayah I Medan Putri Hafiza mengatakan, "Titik panas tersebut terpantau berdasarkan pantauan sensor Satelit Tera, Aqua, SNPP, dan NOAA20."
Sebanyak 13 titik panas tersebut terpantau di Kabupaten Dairi, Humbang Hasundutan, Tapanuli Selatan, dan Tapanuli Utara.
BBMKG mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran saat membersihkan lahan untuk mencegah potensi kebakaran hutan dan lahan.
BBMKG Prakirakan Hujan di Sejumlah Wilayah
Pada Minggu (5/7/2026) pagi, cuaca di Sumatera Utara diprakirakan berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang di sebagian wilayah.
Hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi di Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, dan sekitarnya pada pagi hari.
Pada siang hingga sore hari, hujan ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Sumatera Utara.
Hujan dengan intensitas sedang diperkirakan mengguyur Pakpak Bharat, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Mandailing Natal, Sibolga, dan sekitarnya.
Pada malam hari, hujan ringan berpotensi terjadi hampir merata di seluruh wilayah Sumatera Utara.
Pada dini hari, hujan ringan diprakirakan terjadi di Mandailing Natal, Kepulauan Nias, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Tapanuli Tengah, Deli Serdang, Serdang Bedagai, dan sekitarnya.
Waspadai Potensi Banjir dan Longsor
Suhu udara di Sumatera Utara diprakirakan berkisar antara 15 hingga 32 derajat Celcius.
Kelembapan udara diprakirakan berada pada kisaran 68 hingga 100 persen.
Angin diprakirakan bertiup dari arah selatan hingga barat daya dengan kecepatan 5 hingga 20 kilometer per jam.
Putri Hafiza mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Ia mengatakan, "Waspada potensi hujan dengan intensitas sedang yang dapat disertai petir dan angin kencang di pegunungan, lereng timur, lereng barat dan pantai barat Sumatera Utara yang dapat menyebabkan bencana hidrometeoroligis seperti banjir dan longsor."
- Penulis :
- Shila Glorya





