HOME  ⁄  Nasional

Status Tanggap Darurat Kebakaran TPA Jatiwaringin Berlaku Dua Pekan, Pemerintah Kerahkan Teknologi dan Tim Gabungan

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Status Tanggap Darurat Kebakaran TPA Jatiwaringin Berlaku Dua Pekan, Pemerintah Kerahkan Teknologi dan Tim Gabungan
Foto: Petugas dan sejumlah alat berat beraktivitas di area kebakaran TPA Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang, untuk melakukan pemadaman pada Jumat (3/7/2026).

Pantau - Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid menetapkan status tanggap darurat bencana kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Banten, selama dua pekan mulai 1 hingga 14 Juli 2026 untuk mengoptimalkan penanganan kebakaran oleh tim gabungan.

Status Darurat Ditetapkan hingga 14 Juli

Moch Maesyal Rasyid menjelaskan penetapan status tanggap darurat dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Maesyal mengatakan setelah Surat Keputusan Bupati mengenai status kedaruratan diterbitkan, masa berlakunya ditetapkan selama 14 hari.

Ia menambahkan apabila proses penanggulangan bencana dapat diselesaikan lebih cepat dan optimal, status kedaruratan dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

Pemadaman Dibantu Thermal Drone dan Teknologi Modifikasi Cuaca

Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Faisal Malik Hendropriyono mengatakan upaya pemadaman kebakaran di TPA Jatiwaringin terus dilakukan melalui operasi gabungan dari berbagai unsur.

Kementerian Lingkungan Hidup telah mengerahkan thermal drone yang menggunakan kamera inframerah untuk mendeteksi radiasi panas, menganalisis sumber kebakaran, serta mengidentifikasi titik-titik api.

Langkah berikutnya adalah mengoperasikan dua unit mobile monitoring system untuk memantau kualitas udara di sekitar lokasi kebakaran.

Pemerintah melalui Kementerian Kehutanan juga mengerahkan 30 personel Manggala Agni dari Sulawesi dan Jawa Barat yang memiliki pengalaman menangani kebakaran menggunakan peralatan high pressure.

Personel Manggala Agni melakukan pemadaman langsung ke titik api yang berada di bawah permukaan tumpukan sampah.

Diaz menjelaskan, "Pemadaman tidak cukup hanya dengan menyiram dari permukaan karena api masih terus membakar di bagian bawah timbunan sampah."

Menurut Diaz, metode inject digunakan untuk menjangkau titik api yang berada di bawah permukaan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga menyiapkan skema Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) guna mempercepat proses pemadaman kebakaran.

Upaya tersebut dilakukan agar kebakaran yang telah melanda area sekitar 15 hektare dapat segera dikendalikan.

Diaz mengatakan operasi TMC dimungkinkan dilaksanakan keesokan harinya bersama BNPB dan BMKG.

Penulis :
Gerry Eka