HOME  ⁄  Nasional

Kualitas Udara Jakarta Masuk Kategori Tidak Sehat, Warga Diimbau Batasi Aktivitas Luar Ruangan

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Kualitas Udara Jakarta Masuk Kategori Tidak Sehat, Warga Diimbau Batasi Aktivitas Luar Ruangan
Foto: Arsip foto - Warga melintas memakai masker untuk melindungi diri dari debu, di Jembatan Penyeberangan Sepeda (JPS) sekaligus Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Sudirman,Jakarta, Selasa (8/8/2023).

Pantau - Kualitas udara di Jakarta pada Minggu pagi, 5 Juli 2026, berada dalam kategori tidak sehat berdasarkan data IQAir yang diperbarui pukul 05.00 WIB, sehingga masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker saat harus beraktivitas di luar.

Indeks Kualitas Udara Jakarta Capai Kategori Tidak Sehat

IQAir mencatat indeks kualitas udara Jakarta berada di angka 158 dengan konsentrasi polutan PM2,5 sebesar 65,9 mikrogram per meter kubik.

Konsentrasi tersebut mencapai 13,2 kali lebih tinggi dibandingkan nilai panduan kualitas udara tahunan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

PM2,5 merupakan partikel berukuran lebih kecil dari 2,5 mikron yang terdiri atas debu, asap, dan jelaga.

Paparan PM2,5 dalam jangka panjang dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian dini, terutama pada penderita penyakit jantung maupun penyakit paru-paru kronis.

Berdasarkan data tersebut, Jakarta tercatat sebagai kota dengan kualitas udara terburuk ketiga di Indonesia pada Minggu pagi.

Tangerang Selatan menempati posisi pertama dengan indeks kualitas udara 183, sedangkan Pontianak berada di posisi kedua dengan indeks kualitas udara 158.

Warga Diimbau Gunakan Masker dan Jaga Kualitas Udara

Masyarakat disarankan menghindari aktivitas di luar ruangan apabila tidak mendesak.

Warga juga dianjurkan mengenakan masker saat beraktivitas di luar, menutup jendela rumah untuk mencegah masuknya udara kotor, serta menggunakan penyaring udara guna mengurangi paparan polusi.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengajak masyarakat berpartisipasi menjaga kualitas udara melalui gerakan kolaboratif #SatuLangkahDulu.

Gerakan tersebut mendorong seluruh elemen masyarakat memulai langkah sederhana dari lingkungan masing-masing untuk mewujudkan udara Jakarta yang lebih bersih dan sehat.

Direktur Layanan Iklim Terapan BMKG Marjuki mengatakan tantangan pengendalian pencemaran udara di Jakarta semakin kompleks akibat laju urbanisasi, pembangunan kota yang masif, serta dampak perubahan iklim global yang berpadu dengan karakteristik iklim perkotaan.

Penulis :
Gerry Eka