HOME  ⁄  Nasional

Badan Geologi Tegaskan Video Erupsi Gunung Anak Krakatau dari Atas Kapal adalah Hoaks

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Badan Geologi Tegaskan Video Erupsi Gunung Anak Krakatau dari Atas Kapal adalah Hoaks
Foto: Tangkapan layar - Video yang disebut merekam aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda antara Provinsi Lampung - Banten, dan sudah dinyatakan Badan Geologi sebagai informasi palsu.

Pantau - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan video yang beredar di media sosial dan diklaim memperlihatkan erupsi Gunung Anak Krakatau dari atas kapal merupakan informasi palsu atau hoaks.

Video berdurasi kurang dari satu menit tersebut memperlihatkan sedikitnya dua orang merekam letusan gunung berapi disertai kilatan menggunakan gawai saat berada di atas kapal.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan hasil verifikasi teknis menunjukkan video tersebut bukan rekaman aktivitas erupsi terkini Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.

Lana mengatakan, "Masyarakat diimbau untuk tidak mempercayai maupun menyebarluaskan video yang belum terverifikasi. Seluruh informasi resmi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau hanya disampaikan melalui kanal resmi Badan Geologi, PVMBG, dan MAGMA Indonesia."

Berdasarkan data pemantauan Badan Geologi, Gunung Anak Krakatau hanya mengalami dua kali erupsi kecil dalam beberapa hari terakhir, yakni pada Kamis (2/7) pukul 14.05 WIB dan Jumat (3/7) pukul 11.50 WIB.

Tinggi kolom abu pada kedua erupsi tersebut teramati sekitar 200 meter di atas puncak gunung.

Radius Aman Tetap Tiga Kilometer

Badan Geologi juga mengklarifikasi isu mengenai perluasan radius aman menjadi lima kilometer sebagai informasi yang tidak benar.

Rekomendasi resmi untuk status Level III (Siaga) tetap menetapkan radius bahaya sejauh tiga kilometer dari pusat erupsi.

Dalam radius tersebut, masyarakat, wisatawan, pendaki, dan nelayan dilarang mendekat atau beraktivitas untuk menghindari potensi bahaya berupa lontaran batu pijar, lava, awan panas, dan hujan abu lebat.

Masyarakat Diminta Rujuk Informasi Resmi

Badan Geologi meminta masyarakat di wilayah pesisir Provinsi Banten dan Lampung tetap tenang serta tidak mempercayai isu yang mengaitkan aktivitas Gunung Anak Krakatau dengan potensi tsunami.

Masyarakat dan pemerintah daerah diimbau selalu mengacu pada informasi resmi melalui situs Penyelidikan Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) atau aplikasi MAGMA Indonesia.

Lana mengatakan, "Juga dapat melakukan kegiatan seperti biasa dengan senantiasa mengikuti arahan BPBD setempat."

Penulis :
Gerry Eka