
Pantau - Kabupaten Agam, Sumatera Barat, memperoleh 11 titik program padat karya bencana dari Kementerian Ketenagakerjaan pada 2026 untuk membuka lapangan kerja sementara bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi.
Program Difokuskan di Daerah Terdampak Bencana
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Ketenagakerjaan Agam Budi Perwira Negara mengatakan 11 titik program tersebut tersebar di Nagari Bayua dan Nagari Koto Kaciak di Kecamatan Tanjung Raya serta Nagari Koto Silungkang di Kecamatan Palembayan.
“Di Kecamatan Tanjung Raya untuk Nagari Bayua dan Nagari Koto Kaciak. Khusus Kecamatan Palembayan di Nagari Koto Silungkang,” ungkap Budi.
Program padat karya mencakup pembangunan rabat beton, saluran irigasi, dam parit, dan infrastruktur lainnya sesuai usulan nagari.
Setiap titik memperoleh anggaran Rp100 juta yang telah dicairkan dan ditransfer ke rekening kelompok pelaksana.
Sebanyak 60 persen anggaran digunakan untuk pembelian bahan bangunan, sedangkan 40 persen dialokasikan untuk upah tenaga kerja dengan ransum tukang Rp120 ribu per hari dan pekerja Rp95 ribu per hari.
“Pekerjaan selama 12 hari dengan waktu bekerja dimulai pukul 08.00-13.00 WIB. Saat ini program tersebut belum ada yang dimulai dan sedang persiapan,” katanya.
Tiga Nagari Disetujui Kemenaker
Budi menjelaskan sebelumnya terdapat usulan program dari enam kecamatan, yakni Malalak, Tanjung Raya, Matur, Ampek Koto, Palembayan, dan Tanjung Raya.
Namun, Kementerian Ketenagakerjaan hanya menyetujui usulan dari tiga nagari, sementara usulan lainnya belum memenuhi persyaratan.
Ia mengatakan usulan diajukan melalui aplikasi bizhub Kementerian Ketenagakerjaan setelah dinas melakukan jemput bola kepada pemerintah nagari.
“Ada dua program dari Kementerian Ketenagakerjaan berupa padat karya dan tenaga kerja mandiri pemula bagi daerah terdampak dan pendaftaran dibuka pada 13 Maret-9 April 2026. Pendaftaran melalui https//bizhub.kemenaker.go.id,” ujarnya.
- Penulis :
- Aditya Yohan





