
Pantau - Kelurahan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, mengembangkan inovasi budi daya padi dalam galon bekas sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan berbasis lingkungan dengan jumlah media tanam yang telah mencapai 350 unit.
Padi dalam Galon Hasilkan Puluhan Kilogram Beras
Lurah Pasar Minggu Meilita mengungkapkan, “Inovasi ini menjadi bentuk nyata kami dalam rangka menjaga stabilitas pangan di musim dan momen apa pun.”
Menurut Meilita, inovasi tersebut merupakan gagasan masyarakat yang mendapat dukungan penuh dari pihak kelurahan serta berbagai unsur terkait.
Budi daya tersebut menggunakan varietas padi Inpari 32 yang dalam satu kali masa panen mampu menghasilkan sekitar 70 kilogram gabah sebelum dikonversi menjadi puluhan kilogram beras.
Ia mengungkapkan, “Kami sudah berkomitmen untuk mengimplementasikan budidaya padi dalam galon di semua RW, dan mereka sangat antusias sekali.”
Selain itu, warga RW 05 juga mulai mengembangkan varietas unggul M70 yang memiliki masa panen lebih singkat, yakni sekitar 70 hari.
Urban Farming Dukung Pemenuhan Gizi Warga
Kelurahan Pasar Minggu juga mengoptimalkan lahan kosong melalui kawasan Taman Selaras dengan menanam jagung dan berbagai komoditas pangan lainnya yang dapat dipanen langsung oleh masyarakat.
Meilita mengungkapkan, “Namanya Taman Selaras, kita tanam di situ ada jagung dan lain sebagainya, yang mana hasilnya bisa langsung dipetik dan dimanfaatkan oleh warga yang mengunjungi taman.”
Selain itu, penguatan ketahanan pangan dilakukan melalui kegiatan urban farming di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Belimbing menggunakan sistem hidroponik serta kolam gizi.
Hasil panen dari program tersebut dimanfaatkan sebagai bagian dari intervensi pemenuhan gizi bagi balita yang terduga mengalami stunting di wilayah Kelurahan Pasar Minggu.
Meilita berharap inovasi yang dijalankan bersama masyarakat terus berkembang dan menjadi contoh bagi wilayah lain dalam membangun ketahanan pangan berbasis lingkungan.
- Penulis :
- Aditya Yohan





