HOME  ⁄  Nasional

Lestari Moerdijat Mendorong Langkah Konkret untuk Menekan Jumlah Anak Perokok di Indonesia

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Lestari Moerdijat Mendorong Langkah Konkret untuk Menekan Jumlah Anak Perokok di Indonesia
Foto: (Sumber :Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, menegaskan bahwa langkah konkret dan terukur harus segera diambil untuk menekan jumlah anak perokok, Jumat (3/7/2026). Data RUKKI Foundation mengungkap 2,03 juta remaja Indonesia menghabiskan Rp4,5 triliun per tahun untuk membeli 4,17 miliar batang rokok sepanjang 2025..)

Pantau - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan langkah konkret dan terukur harus segera diambil untuk menekan jumlah anak perokok menyusul temuan RUKKI Foundation yang mencatat 2,03 juta remaja di Indonesia menghabiskan Rp4,5 triliun untuk membeli 4,17 miliar batang rokok sepanjang 2025.

Data Anak Perokok Jadi Alarm

Lestari Moerdijat menyampaikan upaya menekan jumlah anak yang merokok harus dilakukan secara nyata dan dimulai dari lingkungan keluarga.

Ia mengungkapkan, "Pemahaman masyarakat terkait pentingnya pola hidup sehat harus terus ditingkatkan mulai dari lingkungan keluarga, sehingga kesadaran untuk mewujudkan generasi yang kuat dan tangguh terus tumbuh."

Data Ruang Kebijakan Kesehatan Indonesia (RUKKI) Foundation menunjukkan sepanjang 2025 terdapat 2,03 juta remaja Indonesia yang membelanjakan Rp4,5 triliun per tahun untuk membeli 4,17 miliar batang rokok.

Lestari menilai angka tersebut bukan sekadar statistik, melainkan alarm krisis yang mengancam masa depan Generasi Indonesia Emas 2045.

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia 2023, prevalensi perokok usia 10 hingga 18 tahun mencapai 7,4 persen atau masih berada di atas target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2024–2029 sebesar 5,4 persen.

Ia menegaskan, "Catatan ini harus segera ditindaklanjuti bersama semua pihak dengan langkah nyata, agar target yang telah ditetapkan benar-benar bisa direalisasikan."

Kolaborasi dan Peran Keluarga

Lestari mengapresiasi berbagai langkah teknis pemerintah dalam mencegah dan menekan penjualan rokok kepada anak dan remaja.

Menurutnya, peningkatan kesadaran mengenai bahaya tembakau dan nikotin sejak dini membutuhkan dukungan kolaborasi lintas sektor.

Ia menilai penguatan penerapan pola hidup sehat sejak lingkungan keluarga dan pendidikan menjadi langkah yang paling penting.

Lestari mengungkapkan, "Kebiasaan baik harus dimulai dari lingkungan keluarga. Para orang tua harus mampu mengedukasi anak sejak dini agar penerapan pola hidup sehat menjadi keseharian keluarga dan masyarakat."

Ia menegaskan menyelamatkan anak dari bahaya rokok merupakan investasi jangka panjang untuk mewujudkan Indonesia Emas yang sehat, produktif, dan berdaya saing.

Penulis :
Ahmad Yusuf