
Pantau - Pejabat Republik Demokratik Kongo (DRC) memperingatkan jumlah korban jiwa akibat wabah Ebola berpotensi melonjak hingga 1.000 kematian per hari apabila virus menyebar ke kamp-kamp pengungsian di Provinsi Ituri, yang saat ini menjadi pusat penyebaran wabah.
Peringatan tersebut disampaikan Menteri Urusan Sosial, Kemanusiaan, dan Solidaritas Nasional Eve Bazaiba Masudi pada Sabtu (4/7).
Di Provinsi Ituri terdapat sekitar 1,15 juta penduduk dan 69 fasilitas penampungan bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.
"Jika kasus Ebola muncul di situs-situs ini, terdapat risiko jumlah infeksi dapat meningkat setidaknya seribu orang per hari.", ungkap Eve Bazaiba Masudi.
Kasus Baru dan Korban Terus Bertambah
Hingga Kamis, otoritas kesehatan setempat mencatat penambahan 26 kematian dalam satu hari, sementara 213 pasien dinyatakan sembuh.
Meski demikian, ratusan pasien lainnya masih menjalani perawatan intensif.
Pemerintah Republik Demokratik Kongo juga melaporkan ditemukannya 42 kasus baru Ebola di Provinsi Ituri dan Kivu Utara.
WHO Tetapkan Status Darurat Internasional
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan status darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional atau Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) sejak Mei 2026.
Penetapan status tersebut dilakukan karena tingginya risiko penyebaran epidemi di kawasan regional.
- Penulis :
- Gerry Eka





