
Pantau - Republik Demokratik (RD) Kongo melaporkan 1.528 kasus Ebola terkonfirmasi dengan 492 kematian dalam wabah terbaru yang masih terus meluas, sementara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memulai uji klinis untuk mengevaluasi pengobatan potensial terhadap virus Bundibugyo yang belum memiliki vaksin maupun terapi spesifik.
Berdasarkan laporan situasi yang dirilis otoritas kesehatan masyarakat RD Kongo pada Sabtu (4/7), sebanyak 239 pasien telah dinyatakan sembuh.
Sebanyak 628 pasien terkonfirmasi masih menjalani isolasi atau perawatan di rumah sakit.
Otoritas kesehatan juga mengidentifikasi 185 kasus suspek Ebola.
Laporan tersebut menyebut jumlah kasus terkonfirmasi mingguan terus meningkat.
Pekan epidemiologi ke-25 dan ke-26 masing-masing mencatat lebih dari 300 kasus baru, yang menjadi jumlah tertinggi sejak wabah dimulai.
Kondisi tersebut menunjukkan penularan Ebola di tingkat komunitas masih terus berlangsung.
Penanganan Wabah Hadapi Sejumlah Kendala
Otoritas kesehatan mengidentifikasi sejumlah tantangan utama dalam penanganan wabah.
Kendala tersebut meliputi penolakan masyarakat terhadap pengambilan sampel postmortem, kapasitas pusat perawatan Ebola yang belum memadai terutama di Provinsi Kivu Utara, pelacakan kontak yang belum optimal, keterlambatan diagnosis laboratorium, kekurangan pasokan medis dan perlengkapan pencegahan infeksi, serta kondisi keamanan yang belum kondusif di sejumlah wilayah terdampak.
WHO Mulai Uji Klinis Pengobatan
WHO pada Kamis (2/7) mengumumkan dimulainya uji klinis di RD Kongo.
Uji klinis tersebut mulai merekrut pasien untuk mengevaluasi pengobatan potensial bagi Ebola yang disebabkan oleh virus Bundibugyo.
Hingga saat ini, Ebola akibat virus Bundibugyo belum memiliki vaksin yang disetujui maupun pengobatan spesifik.
- Penulis :
- Gerry Eka





