HOME  ⁄  Nasional

Menteri Pariwisata Menekankan Pentingnya Konektivitas untuk Mendorong KEK Tanjung Kelayang Mendunia

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Menteri Pariwisata Menekankan Pentingnya Konektivitas untuk Mendorong KEK Tanjung Kelayang Mendunia
Foto: (Sumber :Ilustrasi suasana di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang, Belitung. (ANTARA/HO-Kementerian Pariwisata).)

Pantau - Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan konektivitas udara yang kuat menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang di Belitung sebagai destinasi wisata kelas dunia.

Konektivitas Udara Perkuat Akses Wisatawan

Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan KEK Tanjung Kelayang tidak hanya menjadi pintu masuk investasi, tetapi juga etalase pariwisata Belitung yang mengedepankan pembangunan berkelanjutan.

Ia mengungkapkan, "KEK ini bukan hanya pintu masuk investasi, tetapi juga etalase pariwisata Belitung yang mengedepankan pembangunan berkelanjutan, pelestarian budaya, wisata bahari, geowisata, kuliner, serta penguatan UMKM lokal."

Menurut Widiyanti, konektivitas menjadi salah satu kunci agar Belitung mampu meningkatkan daya saing sebagai destinasi wisata kelas dunia.

Ia menilai kehadiran penerbangan Scoot yang menghubungkan Singapura dan Belitung menjadi momentum untuk memperkuat aksesibilitas internasional menuju KEK Tanjung Kelayang.

Widiyanti menyebut konektivitas langsung berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara sekaligus memperkuat posisi Belitung sebagai destinasi unggulan dengan daya tarik wisata bahari, geowisata, budaya, gastronomi, dan desa wisata berbasis masyarakat.

Investasi dan Konservasi Terus Dikembangkan

Direktur PT Belitung Pantai Intan sekaligus pengelola KEK Tanjung Kelayang, Daniel Alexander Napitupulu, mengatakan kawasan seluas 324,4 hektare tersebut terus memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata premium berbasis konservasi dan pembangunan berjejak karbon rendah.

Ia menjelaskan pengembangan yang tengah berlangsung meliputi pembangunan resor berkonsep low density, pengembangan wisata minat khusus (special interest tourism), serta penambahan fasilitas olahraga berupa lapangan tenis, pickleball, dan padel.

Daniel mengungkapkan, "Kawasan ini juga tidak menggunakan air tanah dan sepenuhnya mengandalkan air tadah hujan. Ini menjadi langkah antisipatif terhadap risiko penurunan muka tanah akibat eksploitasi air tanah berlebihan, seperti yang terjadi di sejumlah kawasan pesisir Pulau Jawa."

Sekitar separuh dari total luas KEK Tanjung Kelayang dialokasikan sebagai kawasan konservasi yang menjadi habitat berbagai satwa, seperti trenggiling, tarsius, kancil, capung endemik, dan elang laut, serta flora endemik seperti Hopea bilitonensis, ghost orchid, dan jamur pelawan.

Penulis :
Ahmad Yusuf