HOME  ⁄  Nasional

PVMBG dan Pemkab Serang Memastikan Wisata Pantai Anyer Tetap Aman Meski Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

PVMBG dan Pemkab Serang Memastikan Wisata Pantai Anyer Tetap Aman Meski Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga
Foto: (Sumber :Wakil Bupati (Wabup) Serang, Muhammad Najib Hamas (topi putih), meninjau Pos Pengamatan GAK PVMBG di Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Banten. ANTARA/HO-Pemkab Serang.)

Pantau - Pemerintah Kabupaten Serang bersama Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memastikan destinasi wisata pantai di kawasan Anyer dan Cinangka, Banten, tetap aman dikunjungi selama masa libur sekolah meski Gunung Anak Krakatau berstatus Siaga atau Level III.

PVMBG Pastikan Kawasan Wisata Berada di Luar Radius Bahaya

Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas menyatakan kondisi Gunung Anak Krakatau telah melandai sehingga masyarakat tidak perlu khawatir berwisata ke kawasan pesisir Serang.

Ia mengungkapkan, "Kondisi Gunung Anak Krakatau melandai dan dinyatakan aman. Kami mengajak wisatawan, baik lokal maupun luar daerah, untuk tidak khawatir menghabiskan libur sekolah bersama keluarga di pesisir Serang."

Najib juga menegaskan video yang beredar di media sosial yang menggambarkan erupsi besar Gunung Anak Krakatau merupakan hoaks atau hasil suntingan.

Ia mengungkapkan, "Kami telah meninjau langsung Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau PVMBG di Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, bahwa video yang beredar tersebut tidak benar."

Pemantauan Gunung Anak Krakatau Terus Dilakukan

Petugas Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau PVMBG Deny Mardiono menjelaskan radius bahaya berada dalam jarak tiga kilometer dari pusat erupsi, sedangkan Pantai Anyer, Cinangka, dan Carita berjarak sekitar 42 kilometer sehingga material vulkanik tidak akan mencapai kawasan wisata tersebut.

Ia mengungkapkan, "Radius bahaya berada dalam jarak tiga kilometer dari pusat erupsi. Sementara untuk Pantai Anyer, Cinangka, dan Carita itu jaraknya kurang lebih 42 kilometer. Jadi material vulkanik tidak akan sampai ke sana."

Deny menjelaskan sebaran abu vulkanik bergantung pada arah angin dan berdasarkan pemantauan CCTV saat ini hanya terlihat kepulan asap putih setinggi lima hingga sepuluh meter.

PVMBG memastikan akan terus memperbarui laporan aktivitas Gunung Anak Krakatau setiap enam jam melalui aplikasi Magma Indonesia dan situs resmi PVMBG.

Ia mengungkapkan, "Kami mengimbau masyarakat untuk tetap beraktivitas seperti biasa, tidak terpancing isu bohong, dan selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah maupun BPBD agar informasi yang diterima benar dan akurat."

Penulis :
Aditya Yohan