
Pantau - Panitia Khusus (Pansus) Penanganan Konflik dan Kemanusiaan Papua DPD RI menyatakan akan memfokuskan pembahasan pada persoalan keamanan dan kenyamanan masyarakat Papua menyusul sejumlah insiden kekerasan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah Pansus Papua DPD RI menggelar rapat perdana di kompleks parlemen, Jakarta, Senin, untuk menginventarisasi berbagai persoalan yang terjadi di Papua.
Wakil Ketua DPD RI sekaligus Ketua Pansus Papua DPD RI Yorrys Raweyai mengungkapkan, “Kita baru menetapkan keanggotaan, terus kemudian hari ini kita mulai jadwal untuk pembahasan, menginventarisir semua persoalan-persoalan yang terjadi di Papua karena ini bukan masalah baru.”
Pansus Akan Libatkan Berbagai Pemangku Kepentingan
Yorrys mengatakan pansus akan mengundang berbagai pemangku kepentingan untuk mendalami persoalan di Papua sekaligus melakukan advokasi ke daerah sebagai dasar penyusunan rekomendasi kebijakan yang komprehensif.
Menurut Yorrys, pembahasan akan difokuskan pada isu keamanan, termasuk dugaan pelanggaran hak asasi manusia, serta polemik pengadaan proyek strategis nasional.
Soroti Pengungsi dan Perlindungan Hak Masyarakat
Anggota DPD RI Eka Kristina Yeimo mengatakan rentetan peristiwa kekerasan di Papua memerlukan perhatian serius dari seluruh pihak, termasuk pemerintah dan wakil rakyat.
Ia mengungkapkan, “Pansus Papua DPD RI akan memfokuskan diri pada persoalan keamanan dan kenyamanan masyarakat Papua yang sedang terusik oleh aksi-aksi kekerasan oleh siapa pun pihak yang diduga terlibat.”
Eka menambahkan pansus juga akan menjembatani keresahan masyarakat Papua terhadap hak-hak yang dinilai belum terakomodasi dengan baik.
Ia mengungkapkan, “Sebab, kompleksitas persoalan di Papua menunjukkan bahwa apa pun peristiwa yang sedang terjadi, tidaklah berdiri sendiri, melainkan akibat dari sejumlah sebab yang tidak terespons dengan baik.”
Selain itu, Pansus Papua DPD RI juga menaruh perhatian pada persoalan pengungsi akibat konflik, terutama terkait pemenuhan hak-hak kelompok rentan, serta mengajak seluruh pihak mendukung rekomendasi yang akan disusun demi mewujudkan keamanan dan kenyamanan masyarakat Papua.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





