HOME  ⁄  Nasional

Sebanyak 28 Warga Terdampak Kebakaran TPA Jatiwaringin Masih Bertahan di Pengungsian

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Sebanyak 28 Warga Terdampak Kebakaran TPA Jatiwaringin Masih Bertahan di Pengungsian
Foto: (Sumber :Sejumlah warga tengah beristirahat di pengungsian di Kantor Balai Desa Tanjakan Mekar, Rajeg, Kabupaten Tangerang, Banten, yang terdampak kebakaran TPA Jatiwaringin, Mauk. ANTARA/Azmi Samsul M.)

Pantau - Sebanyak 28 warga terdampak kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kabupaten Tangerang, Banten, masih bertahan di lokasi pengungsian yang disediakan pemerintah daerah akibat asap kebakaran yang belum sepenuhnya hilang.

Asap Masih Memaksa Warga Bertahan di Pengungsian

Para pengungsi yang terdiri atas ibu rumah tangga, lansia, dan anak-anak telah menempati Kantor Desa Tanjakan Mekar, Kecamatan Rajeg, selama sepekan sejak kebakaran TPA Jatiwaringin terjadi pada Selasa (30/6).

Salah seorang pengungsi, Qipi, mengatakan, "Saya sudah mengungsi selama tujuh hari. Kalau untuk bantuan tercukupi, seperti logistik makanan, kasur, itu tercukupi semua."

Ia mengungkapkan, "Asap masih ada. Jadi, saya pilih menetap sementara di sini (pengungsian), karena tidak mau ambil risiko."

Qipi menambahkan kebutuhan sehari-hari para pengungsi dipenuhi melalui bantuan logistik dan layanan dapur umum yang disediakan pemerintah daerah.

Kondisi Kesehatan dan Logistik Dipastikan Aman

Kepala Desa Tanjakan Mekar Uti mengatakan mayoritas warga yang masih mengungsi merupakan anak-anak dan lansia yang terdampak asap kebakaran TPA Jatiwaringin.

Ia mengungkapkan, "Kalau untuk hari ketujuh, sekitar 20 orang lebih. Asap TPA itu mengandung racun, ya memang untuk sehari-hari itu udah terdampak betul."

Uti menyampaikan kondisi kesehatan para pengungsi kini telah membaik setelah sebelumnya banyak yang mengalami infeksi saluran pernapasan (ISPA).

"Ya alhamdulillah, dokter dan Puskesmas Rajeg memang selalu mengecek apabila ada warga yang mengungsi langsung diperiksa kesehatannya," ujarnya.

Ia juga memastikan ketersediaan logistik bagi para pengungsi tetap mencukupi.

"Alhamdulillah, logistik, semua makanan tercukupi, selain dari Dinsos, semalam juga dari Kementerian Sosial, termasuk dari PDAM dan bupati, dari provinsi pun sudah masuk," katanya.

Hingga Senin, tim gabungan dari pemerintah daerah, BNPB, Kementerian Lingkungan Hidup, dan Kementerian Kehutanan masih melanjutkan proses pemadaman melalui jalur darat dan udara dengan dukungan tiga helikopter water bombing.

Berdasarkan data terbaru, kebakaran telah melanda sekitar 18 hektare dari total 33 hektare area TPA Jatiwaringin, dengan sisa area terbakar sekitar 3,6 persen yang masih dalam proses pemadaman.

Penulis :
Ahmad Yusuf