
Pantau - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyatakan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang akuntabel, transparan, dan inklusif menjadi pintu awal membangun kepercayaan masyarakat terhadap layanan pendidikan bermutu, sebagaimana praktik yang diterapkan di SLBN, SMAN, dan SMKN di Kota Padang, Sumatera Barat.
SPMB Harus Berjalan Terbuka dan Inklusif
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen Tatang Muttaqin menegaskan SPMB bukan sekadar proses seleksi calon murid baru, melainkan gerbang awal pelayanan pendidikan yang berkualitas.
Ia mengungkapkan, “SPMB merupakan pintu masuk layanan pendidikan. Oleh karena itu seluruh satuan pendidikan harus memastikan proses penerimaan berjalan secara terbuka, jelas, dan inklusif. Pelaksanaan SPMB Ramah bukan hanya proses penerimaan calon murid baru, tetapi juga gerbang pertama pengalaman positif bagi murid, orang tua, untuk mendapatkan pendidikan yang bermutu.”
Tatang mengatakan praktik baik yang diterapkan sekolah-sekolah di Kota Padang menunjukkan bahwa keterbukaan informasi, pelayanan tanpa diskriminasi, serta pendampingan kepada setiap keluarga mampu membangun kepercayaan masyarakat terhadap sistem pendidikan.
Menurutnya, SPMB yang dilaksanakan secara adil dan akuntabel menjadi fondasi penting dalam memberikan layanan pendidikan yang berkualitas.
Sekolah Berikan Pendampingan kepada Calon Murid
Guru SMKN 6 Padang sekaligus panitia SPMB, Annisa Fitria, mengatakan pihak sekolah memastikan seluruh informasi pendaftaran dapat diakses masyarakat secara terbuka.
Ia menjelaskan sekolah juga memberikan pendampingan kepada calon murid yang masih membutuhkan arahan dalam menentukan pilihan konsentrasi keahlian.
Annisa mengungkapkan, “Secara prosedur administrasi, pelaksanaan SPMB di SMKN 6 Padang berjalan lancar. Pihak sekolah berupaya untuk memberikan pelayanan yang dapat membantu orang tua dan calon murid. Akan tetapi yang menjadi PR kami adalah mengarahkan calon murid karena banyak calon murid yang bimbang untuk memilih salah satu dari dua konsentrasi keahlian yang mereka tulis di formulir pendaftaran.”
Kemendikdasmen berharap praktik baik pelaksanaan SPMB Ramah di Kota Padang dapat memperkuat penyelenggaraan sistem penerimaan murid baru yang transparan, inklusif, dan berorientasi pada pelayanan pendidikan bermutu.
- Penulis :
- Aditya Yohan





