HOME  ⁄  Nasional

Wamenhaj Dahnil Tegaskan Jamaah Haji Bukan Komoditas Ekonomi, Pelayanan Harus Berorientasi pada Ibadah

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Wamenhaj Dahnil Tegaskan Jamaah Haji Bukan Komoditas Ekonomi, Pelayanan Harus Berorientasi pada Ibadah
Foto: Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak berfoto bersama usai gelaran Rakernas Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Senin 6/7/2026 (sumber: ANTARA/Asep Firmansyah)

Pantau - Wakil Menteri Haji (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mengingatkan seluruh jajaran Kementerian Haji agar penyelenggaraan ibadah haji berorientasi pada pelayanan kepada jamaah dan menegaskan jamaah haji maupun umrah tidak boleh dijadikan sebagai komoditas ekonomi saat menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.

Tiga Amanah Penyelenggaraan Haji

Dahnil menyampaikan seluruh jajaran Kementerian Haji dari tingkat pusat hingga daerah mengemban tiga amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Amanah pertama merupakan amanah dari Allah SWT yang harus dipertanggungjawabkan.

Amanah kedua merupakan amanah dari jamaah haji dan seluruh rakyat Indonesia.

Amanah ketiga merupakan amanah dari Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirkan penyelenggaraan ibadah haji yang semakin baik.

“Tiga amanah yang diserahkan kepada kita harus diselesaikan dan dipertanggungjawabkan dengan sebaik-baiknya,” ungkap Dahnil Anzar Simanjuntak.

Dahnil juga menegaskan, “Kita ingin hentikan perilaku jelek yang menjadikan jamaah haji dan umrah sebagai komoditas ekonomi. Mereka harus menjadi subjek, menjadi pelaku transformasi peradaban dan keadaban.”

Tiga Target Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Dahnil mengingatkan pentingnya mewujudkan tiga target keberhasilan atau trisukses penyelenggaraan haji.

Target pertama adalah sukses ritual dengan memastikan jamaah dapat menjalankan ibadah sejak keberangkatan hingga kembali ke Tanah Air secara aman, nyaman, dan khusyuk.

Menurut Dahnil, pelayanan teknis seperti akomodasi, transportasi, dan dukungan selama pelaksanaan ibadah harus mampu memberikan rasa aman dan nyaman kepada jamaah.

Target kedua adalah sukses ekosistem ekonomi haji yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sesuai amanah Presiden Prabowo Subianto.

Dana yang setiap tahun berputar dalam penyelenggaraan haji dan umrah diharapkan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Indonesia.

Dahnil menegaskan penguatan ekosistem ekonomi haji tidak boleh dimaknai dengan menjadikan jamaah sebagai objek atau komoditas ekonomi.

“Kita ingin menghentikan perilaku yang menjadikan jamaah haji dan umrah sebagai komoditas ekonomi. Tugas kita adalah memfasilitasi mereka untuk menjalankan ibadah dengan sebaik-baiknya,” ujar Dahnil Anzar Simanjuntak.

Target ketiga adalah sukses keadaban dan peradaban agar ibadah haji tidak berhenti sebagai kegiatan ritual maupun sekadar penggerak ekosistem ekonomi.

Menurut Dahnil, Presiden Prabowo Subianto berpesan agar ibadah haji menjadi instrumen transformasi bangsa.

“Jamaah yang berangkat menunaikan ibadah haji harus kembali dengan membawa semangat kebangsaan yang lebih kuat, semangat transformasi bangsa yang lebih tinggi, serta memperkuat nasionalisme,” kata Dahnil Anzar Simanjuntak.

Penulis :
Leon Weldrick