
Pantau - Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan pentingnya penguatan pembelajaran yang dibarengi dengan empati sosial dan integritas kepada para Kepala Sekolah Rakyat saat menghadiri Rapat Konsolidasi dan Pembekalan Kepala Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027 serta Open House Sekolah Rakyat bersama orang tua dan calon siswa di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Gus Ipul menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan akademik, tetapi juga membentuk karakter serta kepedulian sosial para siswa.
Ia mengungkapkan, "Ini bekal saya untuk para kepala sekolah. penguatan pembelajaran dan empati sosial."
Penguatan Tata Kelola dan Perlindungan Siswa
Gus Ipul meminta agar pengelolaan sekolah berasrama diperkuat melalui tata kelola yang baik, termasuk penerapan prosedur penanganan aduan yang jelas.
Ia mengatakan, "Perkuat manajemen asrama, bersama Taruna Nusantara mengelola Sekolah berasrama. Penanganan aduan harus dengan prosedur yang benar, bukan improvisasi."
Kementerian Sosial bekerja sama dengan Taruna Nusantara dalam pengelolaan Sekolah Rakyat berasrama.
Gus Ipul juga meminta 26 Kepala Sekolah Rakyat yang baru bergabung untuk memahami administrasi kepegawaian serta kurikulum Sekolah Rakyat yang menerapkan konsep multi-entry dan multi-exit.
Menurutnya, para siswa memiliki latar belakang dan kemampuan yang beragam sehingga membutuhkan perhatian, pendampingan, dan kesempatan belajar yang maksimal.
Ia menegaskan, "Tolong perhatikan dengan baik dan sungguh-sungguh siswa-siswi kita ini. Ini bukan seminar formalitas, begitu pulang langsung eksekusi."
Tiga Larangan dan Penegasan Integritas
Gus Ipul menegaskan terdapat tiga hal yang tidak boleh terjadi di lingkungan Sekolah Rakyat, yakni bullying, segala bentuk kekerasan fisik maupun seksual, serta intoleransi dan radikalisme.
Ia memastikan sanksi tegas akan diberikan kepada siapa pun yang melakukan pelanggaran terhadap ketentuan tersebut.
Gus Ipul juga menekankan pentingnya standardisasi kualitas seluruh Sekolah Rakyat di Indonesia agar tidak terjadi kesenjangan mutu maupun prestasi antar sekolah.
Selain itu, ia mengingatkan seluruh kepala sekolah untuk menjaga integritas dalam pengelolaan anggaran dan aset program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Ia menegaskan, "Jangan kotori program mulia Presiden ini dengan korupsi dan praktik-praktik penyimpangan. Integritas adalah syarat, bukan pelengkap."
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas hadirnya Sekolah Rakyat di Kabupaten Kulon Progo.
Menurut Ambar Purwoko, Sekolah Rakyat menjadi harapan baru bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu karena Kabupaten Kulon Progo masih menjadi salah satu wilayah termiskin di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Ia mengatakan, “Maka dengan kehadiran sekolah rakyat ini mudah-mudahan bisa memotong mata rantai kemiskinan.”
- Penulis :
- Arian Mesa





