HOME  ⁄  Nasional

Legislator Nilai Program Kelurahan Tangguh Bencana Perkuat Mitigasi Kebencanaan di Permukiman

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Legislator Nilai Program Kelurahan Tangguh Bencana Perkuat Mitigasi Kebencanaan di Permukiman
Foto: (Sumber :Anggota DPRD Kota Tangerang Junadi saat memberikan sambutan pada acara pelatihan kebencanaan yang digelar BPBD Kota Tangerang dalam program "Kelurahan Tangguh Bencana". ANTARA/Irfan)

Pantau - Ketua Komisi I DPRD Kota Tangerang Junadi menilai pelatihan bagi warga melalui program Kelurahan Tangguh Bencana yang dijalankan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mampu memperkuat sistem mitigasi kebencanaan secara berkelanjutan di kawasan permukiman.

DPRD Dukung Perluasan Program Mitigasi

Junadi mengatakan pelatihan tersebut penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana, seperti banjir, kebakaran, dan angin kencang.

"Peran masyarakat kita optimalkan dalam membantu petugas sebagai penanganan dini. Sehingga warga terbangun kesadaran dalam menjaga lingkungannya," ungkap Junadi.

Ia menyatakan DPRD Kota Tangerang siap mendukung BPBD dalam memperluas pelaksanaan program Kelurahan Tangguh Bencana yang saat ini baru diterapkan di sebagian dari 104 kelurahan di Kota Tangerang.

"DPRD Kota Tangerang akan mendukung penganggaran program Kelurahan Tangguh Bencana secara lebih maksimal," ujarnya.

Junadi berharap program tersebut mampu meningkatkan sinergi lintas sektor dan mendorong partisipasi seluruh lapisan masyarakat dalam memperkuat mitigasi bencana secara berkelanjutan.

"Saya berharap kegiatan ini bisa meningkatkan kesadaran masyarakat sehingga dampak adanya relawan Kelurahan Tangguh Bencana bisa dirasakan manfaatnya oleh semua lapisan," tuturnya.

BPBD Tambah Cakupan Kelurahan Tangguh Bencana

Kepala BPBD Kota Tangerang Mahdiar mengatakan jumlah Kelurahan Tangguh Bencana akan ditingkatkan dari 65 menjadi 80 kelurahan sebagai upaya memperkuat deteksi dini dan meminimalkan dampak bencana.

Ia menjelaskan program tersebut merupakan bagian dari upaya membangun budaya kesiapsiagaan masyarakat dalam mengurangi risiko bencana.

"Tantangan kebencanaan yang semakin kompleks menuntut perubahan pola pikir seluruh elemen masyarakat. Penanganan bencana tidak cukup hanya berfokus pada respons saat kejadian, tetapi harus dimulai dari kesiapan dan upaya mitigasi sejak dini," ungkap Mahdiar.

Sepanjang 2025, BPBD Kota Tangerang telah menangani 3.229 kasus pelayanan kedaruratan dan kebencanaan di wilayah tersebut.

Penulis :
Aditya Yohan