
Pantau - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memperkenalkan teknologi pengolahan sampah organik bernama Lahsamor yang dikembangkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai alternatif penanganan sampah di Pulau Bali.
Pengenalan teknologi tersebut dilakukan saat Apel Siaga Pilah Sampah di Lapangan Renon, Denpasar, Selasa.
“Hari ini tadi ya apel pemilahan sampah karena kuncinya itu memang di pemilahan organik anorganik, nah ini ada alat, ini buatan BRIN,” ungkap Zulkifli Hasan.
Lahsamor Olah Sampah Organik Skala Rumah Tangga
Zulkifli menjelaskan teknologi berbahan dasar drum tersebut mampu mengolah sekitar satu kilogram sampah organik rumah tangga setiap hari sehingga dapat mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pemrosesan akhir (TPA).
“Alatnya kecil tapi ini bisa mengolah 1 kg per hari, 3 tahun tidak penuh-penuh, tapi saya minta juga yang agak besar. Bisa untuk misalnya 50 kg ya. Jadi 50 kg untuk satu sekolah itu pas,” ujarnya.
Lahsamor dirancang sebagai alternatif bagi masyarakat yang tidak memungkinkan membuat teba modern di pekarangan rumah.
Teknologi tersebut bekerja dengan memasukkan sampah organik sebanyak 0,5 kilogram hingga 1 kilogram setiap hari, kemudian tuas diputar sebanyak lima kali hingga menghasilkan kompos tanpa memerlukan bahan campuran tambahan.
Pilah Sampah Jadi Kunci Penanganan
Menko Pangan menegaskan pemilahan sampah organik dan anorganik tetap menjadi langkah utama dalam mengatasi persoalan sampah.
Ia menilai penerapan pemilahan sampah lebih mudah dilakukan di sekolah, kantor, maupun pusat perbelanjaan karena sistemnya lebih terorganisir.
“Kita akan luncurkan PSEL atau Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik. Ini bisa menyelesaikan open dumping yang sekarang menjadi masalah utama kita, sudah kategori darurat seperti kemarin terjadi di Jatiwaringin kebakaran, lalu sebelumnya Bantar Gebang ada tujuh meninggal,” ungkapnya.
Pemerintah juga akan memulai pembangunan fasilitas Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bali pada 8 Juli 2026 sebagai bagian dari upaya mengatasi persoalan sampah secara terpadu.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





