
Pantau - Sejumlah pengguna jalan menyambut positif peluncuran program mandatori Biodiesel 50 (B50) oleh Presiden Prabowo Subianto di Rest Area KM 57 Karawang, Jawa Barat, dengan harapan mampu mengurangi polusi, memperkuat ketahanan energi, serta menghadirkan harga bahan bakar yang lebih terjangkau.
Pengguna Optimistis B50 Bermanfaat bagi Lingkungan dan Pasokan Energi
Salah seorang pengguna kendaraan pribadi, Rafi, menilai penggunaan biodiesel dengan kandungan energi nabati yang lebih tinggi merupakan langkah positif pemerintah dalam menjaga lingkungan.
"Saya rasa dengan adanya B50 ini jauh lebih 'go green' lah ya kurang lebih seperti itu. Salah satu gerakan pemerintah untuk mengurangi polusi," ungkapnya.
Rafi berharap program tersebut juga mampu menjaga ketersediaan stok bahan bakar agar masyarakat tidak lagi kesulitan memperoleh solar.
"Harapannya lebih, stok harusnya lebih melimpah ya. Jadi kadang-kadang saya juga kesulitan tuh sebelum adanya B50. Jadi seharusnya sih setelah ini B50 stabil lah untuk stok. Kalau untuk harga sih sudah murah lah udah bagus," ujarnya.
Ia juga mengapresiasi langkah pemerintah yang terus menghadirkan inovasi bagi masyarakat.
"Terima kasih untuk pemerintah yang sudah bekerja terus menerus melakukan inovasi setiap harinya untuk masyarakat, kepentingan kita semua, seperti itu," katanya.
Sopir dan Pedagang Harapkan Harga Lebih Murah
Pedagang kelapa asal Ciamis, Oyo, berharap penggunaan B50 membuat harga bahan bakar tetap terjangkau dan mendukung aktivitas usahanya.
"Ya mudah-mudahan ke depannya bisa lancar, lebih murah, di mesin bagus. Ya mudah-mudahan pemerintah ke masyarakat--BBM ya standar jangan naik terus biar enak di masyarakat," ujarnya.
Sopir truk bernama Imron yang baru pertama kali menggunakan B50 juga berharap harga bahan bakar tersebut lebih murah dibandingkan biosolar.
"Semoga lebih murah, jangan disamain sama biosolar. Karena ini kan B50 produksi dari sawit," katanya.
Pengguna lain, Vivi, menilai kehadiran B50 merupakan langkah positif jika mampu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor energi.
"Ya bagus sih kalau memang nggak usah impor lagi, supaya nanti berharap sih ke depannya bisa lebih murah, terus bagus buat mobil, buat mesin solarnya," ungkap Vivi.
Sementara itu, Riandi berharap pengembangan biodiesel terus berlanjut agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.
"Sangat bagus terutama untuk warga Indonesia yang menggunakan solar, sangat bagus sekali. Mudah-mudahan sih selalu berkembang biosolar, lebih murah, terus lebih bagus ke mesin terutama untuk penggunanya," tuturnya.
- Penulis :
- Aditya Yohan





