
Pantau - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan kebakaran di lahan utama Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, seluas sekitar 15 hektare berhasil dipadamkan 100 persen setelah penanganan intensif sejak 30 Juni hingga Kamis (9/7) malam.
Pemadaman Masuk Tahap Pendinginan
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama tim gabungan dalam operasi penanganan darurat kebakaran.
Ia mengungkapkan, "Lahan utama TPA Jatiwaringin seluas kurang lebih 15 hektare yang terdampak kebakaran dilaporkan telah berhasil dipadamkan 100 persen dan saat ini berada dalam fase pendinginan intensif."
Meski api di area utama telah berhasil dipadamkan, tim gabungan masih bersiaga untuk mengantisipasi munculnya titik panas dan kepulan asap tipis di area pembuangan sampah di luar kawasan TPA yang berada di dekat situ atau danau.
Abdul mengungkapkan, "Tim gabungan masih mengantisipasi titik panas dan kepulan asap tipis yang terdeteksi di area pembuangan sampah luar kawasan TPA dekat situ/danau."
BNPB Kerahkan Helikopter dan Bantuan Logistik
BNPB mengerahkan empat unit helikopter water bombing untuk mendukung proses pemadaman dengan menyiramkan ratusan ribu liter air ke titik-titik api.
Tiga helikopter jenis Mi-8AMT, Sikorsky UH60A, dan Sikorsky UH60L beroperasi secara bergantian, sementara satu helikopter Mi-8 MSBT masih menjalani perbaikan teknis.
Selain dukungan udara, BNPB juga menyalurkan 500 liter cairan pemadam api Enviro Class A Foam, puluhan pompa mini, selang pemadam, serta perangkat komunikasi handy talkie untuk mendukung operasi di lapangan.
Pemerintah pusat melalui BNPB turut menyerahkan 100 paket sembako kepada warga terdampak dan 150 pasang sepatu bot operasional bagi petugas lapangan.
Abdul menegaskan, "Penanganan darurat pemadaman kebakaran di TPA Jatiwaringin mencapai 100 persen dan kondisi sosial masyarakat sekitar dilaporkan kondusif dengan jumlah pengungsi saat ini nihil, karena seluruh warga telah difasilitasi untuk kembali ke rumah masing-masing."
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





