HOME  ⁄  Nasional

Wamendiktisaintek Dorong Kampus di NTT Bentuk Konsorsium untuk Percepat Pengentasan Kemiskinan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Wamendiktisaintek Dorong Kampus di NTT Bentuk Konsorsium untuk Percepat Pengentasan Kemiskinan
Foto: (Sumber :Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Prof. Dr. Fauzan saat melakukan kunjungan kerja ke Kupang.ANTARA/Kornelis Kaha.)

Pantau - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Prof. Dr. Fauzan mendorong seluruh perguruan tinggi di Nusa Tenggara Timur (NTT) membentuk konsorsium guna memperkuat riset dan pengabdian kepada masyarakat sebagai upaya mendukung pengentasan kemiskinan di daerah.

Kampus Diminta Berkolaborasi untuk Masyarakat

Fauzan menyampaikan dorongan tersebut saat menghadiri Rapat Koordinasi Pengentasan Kemiskinan dan Peluncuran Program Garuda dalam kunjungan kerjanya di Kupang, Jumat.

Ia menegaskan perguruan tinggi tidak boleh hanya berfokus pada kompetisi antarinstitusi, melainkan harus membangun kolaborasi melalui pembentukan konsorsium perguruan tinggi.

"Kampus harus merasa 'berdosa' apabila lingkungan di sekitarnya masih dilanda kemiskinan. Karena itu kampus di NTT harus membentuk konsorsium perguruan tinggi," ungkapnya.

Menurut Fauzan, konsorsium tersebut diharapkan mampu menghasilkan inovasi dan teknologi tepat guna di sektor pertanian, peternakan, serta perikanan untuk meningkatkan produktivitas masyarakat sekaligus mempercepat pengentasan kemiskinan.

"Perguruan tinggi besar di daerah harus merasa bersalah dan berdosa jika lingkungan di sekitarnya masih dikepung oleh kemiskinan, pengangguran, dan rendahnya angka partisipasi kuliah. Paradigma bekerja sendiri dan berkompetisi harus kita ubah menjadi kolaborasi," ujarnya.

Sinkronisasi Riset dan Dukungan Pendanaan

Fauzan menilai kampus harus hadir di tengah masyarakat karena kemiskinan tidak hanya berkaitan dengan persoalan ekonomi, tetapi juga menyangkut budaya, pola pikir, dan kualitas sumber daya manusia.

Untuk memperkuat peran perguruan tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi akan mendorong sinkronisasi pendanaan riset melalui skema co-funding antara Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) di perguruan tinggi dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Sementara itu, Rektor Universitas Nusa Cendana Prof. Jefri S. Bale menyatakan pihaknya siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan yang inklusif dan berdampak bagi masyarakat.

"Kehadiran Bapak Wamendiktisaintek menjadi energi baru bagi kami untuk terus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan berdampak nyata bagi masyarakat," ungkapnya.

Penulis :
Ahmad Yusuf