
Pantau - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan secara serentak lima bendungan proyek strategis nasional (PSN) dari lokasi Bendungan Meninting di Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (10/7), sebagai upaya memperkuat ketahanan air, pangan, dan mitigasi perubahan iklim.
Lima Bendungan Diresmikan Sekaligus
Menteri Sekretaris Negara sekaligus Juru Bicara Presiden Prasetyo Hadi mengatakan lima bendungan yang diresmikan meliputi Bendungan Meninting di NTB, Bendungan Keureuto dan Bendungan Rukoh di Aceh, Bendungan Jlantah di Jawa Tengah, serta Bendungan Sidan di Bali.
Ia mengungkapkan, "Bendungan Meninting dibangun untuk mengatasi ketimpangan air di Lombok, memperkuat ketahanan air dan pangan, serta mengantisipasi dampak perubahan iklim seperti El Niño dan IOD (India ocean dipole) yang berpotensi memicu kemarau panjang."
Menurut Prasetyo, Bendungan Meninting memiliki luas genangan sekitar 46 hektare dan ditargetkan meningkatkan indeks pertanaman di NTB dari 280 persen menjadi 300 persen serta menambah produksi gabah hingga 420.000 ton setiap musim tanam.
Ia mengatakan, "Nilai ekonomi (diproyeksikan, red.) mencapai sekitar Rp4,6 triliun."
Infrastruktur Air Jadi Prioritas Pemerintah
Prasetyo menegaskan pembangunan infrastruktur sumber daya air akan terus dilanjutkan secara terukur dan terintegrasi guna memperkuat ketahanan pangan, energi, lingkungan, serta mitigasi bencana hidrometeorologi.
Ia mengungkapkan, "Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, percepatan pembangunan infrastruktur strategis akan terus menjadi prioritas sebagai fondasi menuju Indonesia yang maju, mandiri, dan berdaulat. Melalui kerja keras, kepemimpinan yang berorientasi pada hasil, serta komitmen untuk menghadirkan pembangunan yang merata hingga ke seluruh pelosok negeri, pemerintah bertekad memastikan setiap proyek memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, meningkatkan kesejahteraan rakyat, memperkuat ketahanan nasional, membuka lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan."
Presiden Prabowo bertolak menuju NTB dari Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Jumat pukul 10.45 WIB menggunakan Pesawat Kepresidenan Republik Indonesia A-001.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Presiden didampingi Mensesneg Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.
- Penulis :
- Aditya Yohan





