HOME  ⁄  Nasional

Presiden Prabowo Menargetkan Penutupan 800 BUMN hingga Akhir 2026 untuk Tingkatkan Efisiensi

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Presiden Prabowo Menargetkan Penutupan 800 BUMN hingga Akhir 2026 untuk Tingkatkan Efisiensi
Foto: Tangkapan layar - Presiden Prabowo Subianto berpidato dalam peresmian secara serentak lima bendungan di lima daerah Indonesia dalam acara yang dipusatkan di Bendungan Meninting, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat 10/7/2026 (sumber: YouTube Sekretariat Presiden)

Pantau - Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah telah menutup 240 badan usaha milik negara (BUMN) yang dinilai tidak beres dan menargetkan jumlah tersebut meningkat menjadi 800 BUMN hingga 31 Desember 2026 sebagai bagian dari penertiban perusahaan yang tidak efisien, tidak pernah mencatatkan keuntungan, serta terus mengalami kerugian.

Prabowo menyampaikan pernyataan tersebut saat meresmikan lima bendungan yang dipusatkan di Bendungan Meninting, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, pada Jumat, 10 Juli 2026.

Ia mengungkapkan, "Sampai hari ini, kita sudah tutup 240 BUMN yang tidak beres, sudah kita tutup. Nanti akhir Juli ini akan 250 BUMN kita tutup."

Prabowo juga mengatakan, "Desember 31, 2026 akan tutup jumlahnya 800 BUMN yang tidak efisien, yang tidak pernah untung, yang merugi terus, kita tutup."

Penertiban BUMN dan Penghematan Anggaran

Prabowo menjelaskan penutupan BUMN tersebut telah menghasilkan penghematan anggaran yang mendekati Rp70 triliun.

Ia menyebut penghematan tersebut terutama berasal dari pemangkasan gaji direksi dan biaya operasional (overhead).

Prabowo mengaku baru mengetahui jumlah BUMN secara resmi setelah dilantik sebagai Presiden.

Ia mengungkapkan, "Saya tidak pernah tahu bahwa BUMN kita begitu banyak. Perkiraan saya dari dulu BUMN kita ya 300, maksimal 400. Begitu saya dilantik jadi Presiden, baru saya diberi tahu BUMN kita 1.077."

Menurut Prabowo, jumlah tersebut kemungkinan masih lebih besar jika memperhitungkan anak perusahaan, cucu perusahaan, hingga cicit perusahaan.

Ia mengatakan, "Jangan-jangan ada lagi anak perusahaan, ada lagi cucu perusahaan, ada lagi cicit perusahaan, dan itu adalah cara mereka sembunyi, sembunyiin uang negara, sembunyiin uang rakyat. Ini kita tertibkan."

Garuda Indonesia Diklaim Mulai Bangkit

Prabowo menyatakan pemerintah kini terus melakukan penertiban terhadap struktur BUMN.

Ia juga mengungkapkan sejumlah BUMN yang selama puluhan tahun merugi mulai mencatatkan perbaikan kinerja dengan dukungan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.

Prabowo mencontohkan Garuda Indonesia yang sebelumnya sempat akan dijual, namun keputusan tersebut ia batalkan.

Ia mengungkapkan, “Sekarang sudah terbukti, pelan-pelan kita perbaiki. Garuda tadinya mau dijual, saya larang. Sekarang sudah mulai bangkit. Bulan depan sudah mulai untung dari sekian puluh tahun rugi.”

Penulis :
Shila Glorya