
Pantau - Dewan Adat Gorontalo menganugerahkan garai atau gelar adat anumerta Taa Lo'o Lamahe Lipu kepada almarhum Rahmat Gobel sebagai bentuk penghormatan atas pengabdiannya kepada daerah dan bangsa setelah sidang adat yang digelar di Gorontalo pada Jumat, 10 Juli 2026.
Ketua Harian Dewan Adat Gorontalo Alim Niode menjelaskan bahwa pemberian garai merupakan bagian dari rangkaian prosesi penghormatan kepada Rahmat Gobel setelah pemakamannya dilaksanakan di Jakarta.
Ia mengungkapkan, "Acara ini satu rangkaian dengan proses pemakaman. Karena pemakaman dilaksanakan di Jakarta, prosesi sidang adat pemberian garai dilaksanakan di Gorontalo."
Sidang Adat Menetapkan Satu Gelar
Penetapan garai dilakukan melalui musyawarah para pemangku adat dari lima negeri adat di Gorontalo bersama perwakilan daerah adat lainnya.
Dalam sidang adat tersebut muncul sejumlah usulan gelar yang kemudian dibahas bersama.
Setelah melalui musyawarah, seluruh peserta sidang menyepakati satu gelar adat untuk Rahmat Gobel.
Garai yang ditetapkan adalah Taa Lo'o Lamahe Lipu.
Gelar tersebut merupakan bentuk singkat dari gelar lengkap Taa Lomaya lo Batanga, lo Dunga lo Nyawa, lo Tombulu lo Upango ode Lamahu Lipu.
Menurut Alim, gelar tersebut bermakna putra Indonesia terbaik yang berasal dari Gorontalo.
Gelar itu juga bermakna bahwa Rahmat Gobel telah membaktikan jiwa, raga, dan hartanya untuk memakmurkan negeri.
Bentuk Doa dan Warisan Keteladanan
Alim menjelaskan bahwa pemberian garai kepada seseorang yang telah meninggal dunia memiliki dua tujuan utama.
Tujuan pertama adalah sebagai doa bagi almarhum agar memperoleh kemaslahatan.
Tujuan kedua adalah sebagai nasihat bagi masyarakat yang masih hidup agar dapat meneladani nilai-nilai yang diwariskan oleh almarhum.
Ia mengatakan, "Tujuan pertama adalah doa bagi almarhum agar mendatangkan kemaslahatan baginya. Yang kedua, sebagai nasihat bagi kita yang masih hidup, sekaligus menjadi inspirasi dan motivasi."
Dewan Adat Gorontalo menetapkan garai tersebut dengan mempertimbangkan keteladanan, pengabdian yang besar kepada daerah dan bangsa, serta warisan nilai yang dinilai memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Alim mengatakan, "Sampai akhir hayatnya beliau tidak pernah berbicara mengenai kepentingan dirinya, keluarganya ataupun bisnisnya. Yang beliau pikirkan adalah bagaimana Gorontalo bisa terus berkembang dan memperoleh dukungan pembangunan."
Menurut Alim, salah satu pertimbangan utama dalam sidang adat adalah konsistensi Rahmat Gobel dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat hingga menjelang akhir hayatnya, termasuk tetap aktif berkomunikasi dengan pemerintah pusat mengenai pembangunan di Gorontalo.
Ia mengatakan, "Garai yang diberikan kepada beliau berbeda dengan sebelumnya, karena pengabdiannya tidak hanya dikenal di Gorontalo, tetapi juga di tingkat nasional. Itu menjadi salah satu alasan mengapa gelar yang diberikan memiliki makna yang begitu besar."
Dewan Adat Gorontalo selanjutnya akan mengumumkan garai tersebut secara resmi kepada masyarakat.
Gelar adat tersebut juga akan dicantumkan pada makam almarhum Rahmat Gobel sebagai bagian dari warisan adat Gorontalo.
Pencantuman garai itu diharapkan menjadi pengingat bagi generasi mendatang atas pengabdian Rahmat Gobel kepada bangsa dan daerah.
- Penulis :
- Leon Weldrick





