HOME  ⁄  Nasional

Pemkab Sigi Rampungkan Pendataan Huntara Tahap II bagi Korban Gempa di Nokilalaki dan Palolo

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pemkab Sigi Rampungkan Pendataan Huntara Tahap II bagi Korban Gempa di Nokilalaki dan Palolo
Foto: (Sumber :Wakil Bupati Sigi sekaligus Komandan Satgas Tanggap Darurat Samuel Yansen Pongi saat menandatangani berita acara hasil finalisasi data rumah dan tempat ibadah rusak berat akibat gempa bumi di Nokilalaki dan Palolo, Sigi, Sulawesi Tengah, Sabtu (11/7/2026). ANTARA/HO-BPBD Sigi..)

Pantau - Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, menyelesaikan finalisasi pendataan kebutuhan hunian sementara (huntara) tahap kedua bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Kecamatan Nokilalaki dan Palolo sebagai dasar pengajuan bantuan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Pendataan Dilakukan Secara Terbuka dan Transparan

Wakil Bupati Sigi sekaligus Komandan Satgas Tanggap Darurat Samuel Yansen Pongi mengatakan seluruh proses pendataan, verifikasi, dan penetapan penerima dilakukan secara terbuka serta akan ditetapkan melalui surat keputusan Bupati Sigi sebelum dikirim ke BNPB.

Ia mengungkapkan, "Nantinya hasil ini akan dibuatkan surat keputusan (SK) oleh Bupati Sigi dan selanjutnya dikirim ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)."

Samuel menjelaskan tim asesmen dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman melakukan pendataan berdasarkan kondisi riil di lapangan sesuai kapasitas dan kualifikasi yang dimiliki.

Ia mengungkapkan, "Kami sampaikan kepada masyarakat apabila ada yang merasa rumahnya rusak berat tetapi hasil verifikasi tim asesmen itu rusak sedang, maka kami sampaikan jangan memaksakan diri karena ada dampak hukum dibalik kategori-kategori rusak tersebut."

Menurutnya, tahap kedua pendataan hanya memprioritaskan rumah dan tempat ibadah yang mengalami kerusakan berat di Kecamatan Nokilalaki dan Palolo.

Tercatat 249 Rumah Rusak Berat

Samuel mengatakan seluruh tahapan telah dilalui, mulai dari uji publik, asesmen, uji publik kembali, hingga reviu oleh Inspektorat yang menemukan sembilan nama tidak memenuhi syarat.

Ia menambahkan pembiayaan pembangunan tempat ibadah sementara akan diakomodasi oleh BNPB.

Berdasarkan hasil finalisasi tahap kedua, sebanyak 249 rumah dinyatakan mengalami rusak berat, terdiri atas 120 unit di Kecamatan Palolo dan 129 unit di Kecamatan Nokilalaki.

Selain itu, tercatat 20 tempat ibadah mengalami kerusakan berat, meliputi 10 gereja di Kecamatan Palolo serta delapan gereja, satu masjid, dan satu musala di Kecamatan Nokilalaki.

Penulis :
Aditya Yohan