
Pantau - Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) Menteng Atas, Jakarta Selatan mampu mengolah sekitar 32 ton sampah setiap hari sebagai bagian dari upaya mengurangi residu yang dikirim ke TPST Bantargebang.
Kepala Seksi Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3 Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan, Kamil Salim, mengatakan sekitar 32 ton sampah dapat diolah dalam waktu efektif selama 7 jam 19 menit setiap hari.
Sebanyak 20 hingga 30 persen dari sampah yang diolah dapat diubah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) atau bahan bakar alternatif.
"Jumlah RDF yang dihasilkan bergantung pada kondisi serta tingkat keterpilahan sampah yang masuk," ungkap Kamil.
Pemilahan Sampah Jadi Kunci Pengolahan
Operasional TPS 3R Menteng Atas didukung oleh 10 personel yang menangani proses penerimaan, pemilahan, hingga pengolahan sampah.
Kamil menjelaskan jumlah RDF yang dihasilkan dipengaruhi oleh komposisi dan kualitas sampah yang diterima.
Ia menilai pengolahan sampah di tingkat kawasan penting agar sampah tidak hanya dikumpulkan dan diangkut, tetapi juga dimanfaatkan kembali sehingga dapat mengurangi residu yang berakhir di TPST Bantargebang.
Menurut Kamil, efektivitas pengolahan sangat dipengaruhi oleh pemilahan sampah sejak dari rumah tangga, perkantoran, maupun tempat usaha.
Ia menegaskan sampah yang telah dipilah lebih mudah diproses dan mampu menghasilkan RDF dengan kualitas yang lebih baik.
Kamil juga mengajak masyarakat membiasakan mengurangi penggunaan barang sekali pakai serta memilah sampah organik, anorganik, dan residu agar proses pengolahan menjadi lebih efisien.
Gunakan Teknologi Karya Anak Bangsa
TPS 3R Menteng Atas menggunakan mesin La MACCA yang dikembangkan oleh PT Mario Mikron Metalindo.
Selama uji coba, pengoperasian mesin didukung tenaga dari PT Mitra Kurnia Indah (MKI) sebagai penyedia layanan pengelolaan sampah.
Seluruh proses uji coba juga didampingi teknisi PT Mario Mikron Metalindo untuk memastikan setiap tahapan berjalan aman, optimal, dan sesuai prosedur teknis.
Direktur Utama PT Mario Mikron Metalindo Jusman Sikki mengatakan teknologi tersebut merupakan karya anak bangsa yang dirancang untuk mengolah sampah organik dan anorganik secara lebih efektif.
Jusman berharap teknologi itu dapat dimanfaatkan lebih luas oleh pemerintah daerah untuk mengolah sampah menjadi sumber energi alternatif yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.
- Penulis :
- Gerry Eka





