
Pantau - Universitas Mandala Waluya (UMW) Kendari, Sulawesi Tenggara, mengedukasi para siswa untuk menjaga kesehatan ginjal sejak dini guna mencegah risiko gangguan dan gagal ginjal pada usia muda melalui program berbasis sekolah bertajuk Sekolah Sehat Ginjal Remaja (Sehati-Remaja).
Program tersebut dirancang untuk meningkatkan literasi kesehatan serta membangun kebiasaan hidup sehat secara berkelanjutan di lingkungan pendidikan.
Dorong Perubahan Perilaku Sehat Sejak Remaja
Ketua Tim Pelaksana Program UMW Kendari Asbath Said mengatakan edukasi mengenai kesehatan ginjal perlu dimulai sejak usia remaja melalui lingkungan sekolah.
"Program ini kami kembangkan, karena pencegahan gangguan ginjal tidak bisa menunggu saat seseorang dewasa. Edukasi harus dimulai sejak remaja, terutama melalui lingkungan sekolah," ujarnya.
Rangkaian kegiatan program meliputi pembentukan kader siswa, penggunaan buku saku, pengisian jurnal harian, penyediaan Quick Response (QR) code literasi digital, serta pemasangan papan monitoring perilaku sehat di sekolah.
Salah satu fokus utama program adalah mengubah kebiasaan remaja yang masih rendah dalam mengonsumsi air putih dan tinggi dalam mengonsumsi minuman berpemanis.
"Siswa diajak memahami pentingnya minum air putih yang cukup, membatasi minuman berpemanis, dan membiasakan perilaku sehat yang sederhana, tetapi berdampak besar bagi kesehatan ginjal," ungkap Asbath Said.
Didukung Literasi Digital dan Kader Siswa
Program Sehati-Remaja menekankan perubahan perilaku yang dapat diukur melalui jurnal harian untuk mencatat volume konsumsi air putih dan minuman berpemanis sehingga dapat dipantau secara berkala oleh pihak sekolah.
Tim pelaksana UMW juga menyediakan media literasi digital yang dapat diakses melalui gawai, berisi materi edukasi, video pembelajaran, buku digital, dan kuis interaktif.
Selain itu, program memberdayakan kader siswa sebagai agen perubahan yang saling mengingatkan antar-teman sebaya dalam menerapkan kebiasaan hidup sehat.
Pihak sekolah menyambut positif program tersebut karena dinilai memperkuat pelaksanaan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) sekaligus mendukung pembentukan budaya hidup sehat di lingkungan pendidikan.
Program edukasi Sehati-Remaja merupakan bagian dari Program Kemitraan Masyarakat yang didukung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) sebagai upaya memperkuat peran perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat melalui inovasi kesehatan promotif dan preventif.
- Penulis :
- Gerry Eka





