
Pantau - TNI Angkatan Laut (TNI AL) dan Angkatan Laut Italia akan mengawaki secara bersama kapal induk Giuseppe Garibaldi saat pelayaran menuju Indonesia sebagai bagian dari proses transisi pengoperasian kapal induk pertama Indonesia.
Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama TNI Tunggul menyampaikan konsep tersebut menggunakan sistem joint crew, yakni personel TNI AL dan Angkatan Laut Italia bertugas bersama selama pelayaran dari Italia menuju Indonesia.
Ia mengungkapkan, "Mereka akan menyeberang dengan konsep joint crew. Joint crew itu sebagian dari TNI Angkatan Laut dan sebagian dari personel Angkatan Laut Italia."
Personel TNI AL Jalani Pelatihan di Italia
TNI AL telah mengirimkan 100 personel ke galangan kapal Fincantieri di Italia untuk menjalani pelatihan pengoperasian kapal induk Giuseppe Garibaldi sebelum kapal dibawa ke Indonesia.
Menurut Tunggul, pelatihan tersebut bertujuan agar personel TNI AL mampu beradaptasi dan memiliki kompetensi dalam mengoperasikan kapal induk dengan pendampingan personel Angkatan Laut Italia.
Ia menjelaskan, "Kemudian sampai di Indonesia akan terus dilaksanakan serah terima sampai dengan 100 persen pengawakan dari prajurit TNI Angkatan Laut."
Tunggul tidak merinci mekanisme serah terima awak kapal dari Angkatan Laut Italia kepada TNI AL, namun berharap proses adaptasi tersebut dapat meningkatkan kemampuan prajurit dalam mengoperasikan kapal induk secara maksimal.
TNI AL Siapkan Ratusan Awak dan Infrastruktur
Sebelumnya, Asisten Operasi Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Muda Yayan Sofiyan mengatakan TNI AL membutuhkan sekitar 500 pelaut untuk menjadi awak inti Giuseppe Garibaldi.
Ia mengungkapkan, "Personelnya itu ada sekitar 500 pelaut yang harus mengawaki. Mulai dari sekarang sampai level perwiranya harus memiliki kompetensi khusus sebagai pengawak kapal induk."
Yayan menambahkan jumlah personel dapat bertambah karena belum termasuk kru pendukung penerbangan dan sistem aviation di atas kapal.
Selain menyiapkan sumber daya manusia, TNI AL juga membangun infrastruktur pendukung seperti fasilitas sandar, dukungan logistik, dan kebutuhan teknis lainnya agar operasional kapal induk dapat berjalan optimal saat tiba di Indonesia.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





