HOME  ⁄  Nasional

Guru SDN Srengseng Sawah 15 Ungkap Detik-Detik Ancaman Bom Saat Upacara MPLS

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Guru SDN Srengseng Sawah 15 Ungkap Detik-Detik Ancaman Bom Saat Upacara MPLS
Foto: (Sumber :Para guru berkumpul di luar sekolah untuk mengamankan diri menyusul ancaman bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin (13/7/2026). ANTARA/Luthfia Miranda Putri/aa..)

Pantau - Seorang guru SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan, mengungkap ancaman bom diterima melalui WhatsApp saat upacara hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin (13/7).

Guru Kelas V SDN Srengseng Sawah 15, Subekhi, mengatakan pihak sekolah berupaya menjaga situasi tetap tenang setelah salah satu guru menerima pesan teror.

Ia mengungkapkan, "Salah satu guru menerima pesan teror saat kami sedang melaksanakan upacara. Kami mengondisikan agar situasi tetap tenang."

Sekolah Laporkan Ancaman kepada Polisi

Subekhi mengatakan pihak sekolah segera melaporkan ancaman tersebut kepada ketua RT dan Polsek Jagakarsa.

Ia menjelaskan, "Sambil itu saya melapor kepada ketua RT dan Polsek. Kami juga mendapat imbauan dari kepolisian agar anak-anak tetap berada di lapangan dan tidak masuk ke kelas."

Seluruh siswa kemudian diamankan di lapangan sebelum dipulangkan, sedangkan para guru keluar dari area sekolah sambil menunggu informasi lanjutan.

Subekhi mengatakan, "Setelah anak-anak pulang dan para guru keluar dari area sekolah, kami masih menunggu informasi lebih lanjut."

Pesan Diterima Guru dan Pegawai TU

Berdasarkan informasi pihak sekolah, pesan ancaman menyebutkan adanya bom di beberapa titik di lingkungan SDN Srengseng Sawah 15.

Pesan tersebut diterima oleh seorang pegawai tata usaha dan guru kelas 1 melalui aplikasi WhatsApp.

Subekhi mengungkapkan, "Isi pesannya. Ada bom di beberapa titik di sekolah ini. Yang menerima pesan pegawai TU dan guru kelas 1."

Polisi menerima laporan sekitar pukul 07.30 WIB saat siswa dan guru sedang melaksanakan upacara hari pertama MPLS.

Tim Penjinak Bom Gegana dan Densus 88 Antiteror kemudian melakukan penyisiran di berbagai sudut bangunan, sementara petugas Dinas Perhubungan dan Dinas Gulkarmat DKI Jakarta berjaga di sekitar lokasi.

Penulis :
Aditya Yohan