HOME  ⁄  Nasional

Menteri LH Dorong Pengelolaan Lingkungan Menjadi Penggerak Ekonomi Berkelanjutan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Menteri LH Dorong Pengelolaan Lingkungan Menjadi Penggerak Ekonomi Berkelanjutan
Foto: (Sumber :Menteri LH Moh Jumhur Hidayat bersama sejumlah kepala daerah dan perwakilan pemerintah daerah di Jawa Barat dalam pertemuan di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (11/7/2026) ANTARA/HO-KLH.)

Pantau - Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat mendorong pemerintah daerah mentransformasi pengelolaan lingkungan menjadi solusi yang mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Jumhur menyampaikan dorongan tersebut dalam pertemuan bersama sejumlah kepala daerah dan perwakilan pemerintah daerah di Jawa Barat pada Sabtu (11/7).

Ia menekankan pentingnya inovasi dalam pengelolaan sampah, pengurangan emisi, dan pemanfaatan potensi ekonomi karbon di daerah.

Ia mengungkapkan, "Gas metan dari tumpukan sampah sangat berbahaya, namun jika dikelola dengan baik, gas metan bisa ditangkap, diubah menjadi energi, dan menghasilkan unit karbon yang bernilai ekonomi. Melalui Sistem Registri Unit Karbon (SRUK), pengurangan emisi tersebut dapat dicatat dan dimanfaatkan untuk mendukung pembiayaan pengelolaan lingkungan di daerah."

Aktivitas Lingkungan Dinilai Memiliki Nilai Ekonomi

Menurut Jumhur, pengelolaan sampah menjadi energi, penanaman pohon, dan rehabilitasi mangrove dapat menghasilkan pengurangan emisi yang bernilai ekonomi melalui mekanisme perdagangan karbon.

Pemerintah berharap potensi tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembiayaan pengelolaan lingkungan sekaligus memperkuat ekonomi daerah.

Selain mendorong inovasi, Jumhur menegaskan pemerintah akan memperkuat penegakan hukum terhadap setiap pelanggaran lingkungan.

Ia menegaskan, "Kami tidak akan segan menindak tegas pelanggaran lingkungan. Kepatuhan terhadap aturan harus menjadi komitmen bersama."

Kuningan dan Garut Paparkan Inovasi Daerah

Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani menyampaikan program pengelolaan sampah berbasis masyarakat telah diterapkan di sekitar 200 desa melalui pemberian insentif kepada warga yang memilah sampah.

Dalam program tersebut, warga memperoleh poin dari aktivitas pemilahan sampah yang dapat ditukar dengan kebutuhan pokok.

Pemerintah Kabupaten Kuningan juga mengembangkan rencana pemanfaatan gas metana dari tempat pemrosesan akhir untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat sekitar.

Sementara itu, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyampaikan rencana pembangunan dua tempat pemrosesan akhir baru untuk mendukung pengelolaan sampah.

Pemerintah Kabupaten Garut juga mendorong perhutanan sosial berbasis budidaya kopi guna menjaga konservasi lahan sekaligus memberikan nilai ekonomi kepada masyarakat.

Penulis :
Aditya Yohan